Sporting de Portugal meraih kemenangan menentukan melawan RC Lens di babak penyisihan grup Liga Champions, menang 2‑0 dan mempertahankan rekor poin penuh mereka di kompetisi tersebut. Kemenangan yang dirayakan pada 13 Oktober 2026 pukul 18:45 CEST ini semakin mempertegas posisi klub Portugal di tabel grup sekaligus memperlancar target melaju ke fase selanjutnya.

Pertandingan berlangsung di Stadium of Light Paris, dimana Sporting menunjukkan permainan yang solid dan ofensif. Sejak awal, tim Lisbon memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Prancis, menekan dengan cepat dan mencari peluang mencetak gol. Pada menit ke-22, Luis Suárez, penyerang asal Kolombia, membuka skor dengan tembakan dari luar lini pertama, setelah mendapat umpan silang akurat dari Arankunda dari kiri. Suárez, yang menjadi pemain kunci dalam kampanye Sporting, memperbesar keunggulan dengan tembakan kuat yang berhasil menaklukkan kiper Prancis Risser, meninggalkan bola di gawang.

Sisa pertandingan ditandai dengan efisiensi pertahanan Sporting. Kaique, yang melakukan debutnya sebagai penjaga gawang, melakukan beberapa penyelamatan penting yang menjaga gawang tetap bersih. Meski Lens mencoba membalas dengan serangan yang lebih agresif, tim Prancis gagal mengkonversi peluangnya. Penyerang muda Thauvin, yang menjadi starter pada hari pertama, dibatasi oleh soliditas pertahanan Lisbon dan tidak mampu mencetak gol.

Gol kedua Sporting tercipta berkat permainan serangan balik. Doumbia, setelah menerima umpan ke ruang angkasa, memanfaatkan awal buruk kiper Prancis itu untuk mencetak gol melalui tendangan yang meluncur ke gawang kosong. Gol tersebut mengukuhkan keunggulan Sporting dan menutup laga dengan margin dua gol. Mezian muda, yang baru berusia 16 tahun dan menjadi protagonis di hari pertama, gagal mempengaruhi hasil akhir, meski dibandingkan dengan Lamine Yamal yang berbakat.

Dengan kemenangan ini, Sporting mempertahankan rekor poin lengkapnya di babak penyisihan grup dan berada di posisi yang menguntungkan untuk melaju ke babak 16 besar. Tantangan berikutnya adalah menghadapi rival Liga Champions lainnya, di mana tim Portugal harus melanjutkan kampanyenya dengan intensitas dan disiplin yang sama seperti yang memungkinkannya melaju sejauh ini di kompetisi tersebut.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita