Villarreal meraih kemenangan pertamanya di Liga Champions dengan mengalahkan Napoli 3‑1 di Cerámica, memecahkan rekor 12 pertandingan tanpa kemenangan di kompetisi Eropa. Gol pembuka tercipta pada menit ke-73, ketika penyerang Georgi Mikautadze memanfaatkan kesalahan kiper Napoli untuk mencetak gol. Tim asuhan Íñigo Pérez membalas dengan gol indah dari Santiago Mouriño pada menit ke-77, memperkecil ketertinggalan dan membalikkan skor. Gol ketiga, dari Oluwaseyi, disegel pada menit ke-86, memantapkan kemenangan dan meninggalkan Napoli dengan kekalahan di kedua babak penyisihan grup.

Laga tersebut diwarnai dengan dominasi penguasaan bola Villarreal yang mencapai 53% berbanding Napoli 47%, serta jumlah total tembakan yang tinggi (17 berbanding 11). Gol Villarreal dibagikan kepada penyerang utamanya: Mikautadze, Mouriño dan Oluwaseyi, sedangkan satu-satunya gol Napoli tercipta dari tangan Amir Rrahmani. Wasit Daniel Siebert memberikan dua kartu kuning kepada tim Italia dan menjaga permainan tetap terkendali, meski ada momen tensi ketika Napoli berusaha menyamakan skor.

Usai kemenangan tersebut, kapten Villarreal, Santiago Mouriño, menyatakan bahwa tim telah mampu bangkit setelah gol awal Napoli, menyoroti pentingnya detail dan motivasi yang mendorong mereka untuk bangkit. Sementara itu, pelatih Napoli Allegri menyesali kekalahan tersebut dan menyatakan bahwa timnya telah menunjukkan gaya menyerang dengan bertahan dalam empat pertandingan, namun kurangnya presisi dalam penyelesaian akhir menjadi faktor penentu.

Dengan kemenangan tersebut, Villarreal meningkatkan posisinya di tabel penyisihan grup, sementara Napoli menghadapi tekanan untuk mendapatkan setidaknya satu poin di pertandingan berikutnya untuk menghindari eliminasi lebih awal. Pertandingan Villarreal berikutnya adalah melawan tim Liga Champions UEFA yang berkompetisi di fase yang sama, sementara Napoli akan berusaha bangkit di pertandingan kontinental berikutnya.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita