Brighton dipuji sebagai tim paling produktif di Liga Premier musim ini, sebuah gelar yang oleh manajer klub, FabianHurzeler, dikaitkan dengan filosofi serangan kolektif daripada satu bintang. The Seagulls telah mencetak lebih banyak gol dibandingkan tim mana pun, dengan 27 peluang tercipta sejauh ini, enam lebih banyak dari tim terbaik berikutnya dan tiga kali lebih banyak dari Liverpool. Kesuksesan mereka, menurut artikel tersebut, berasal dari kedalaman skuad dan gaya yang mendorong banyak pemain untuk mencetak gol.
Rekrutmen klub telah menjadi faktor kunci. Di musim panas, pemain internasional Aljazair berusia 23 tahun JaouenHadjam direkrut dari YoungBoys dan memberikan pengaruh instan, hanya mencetak 309 detik dalam debutnya di Premier League dalam kemenangan 2-0 atas Sunderland. Ia menjadi pemain Brighton kesepuluh yang mencetak gol musim ini, sebuah bukti kemampuan klub dalam menemukan bakat yang sesuai dengan sistemnya. Ketika CarlosBaleba dijual ke Manchester United, klub dengan cepat beralih ke gelandang Spanyol ChemaAndrés, yang melakukan debutnya dalam kemenangan 3-0 atas Arsenal dan didatangkan untuk menambah tinggi badan dan kekuatan fisik melawan The Gunners.
Hurzeler menjelaskan bahwa kesuksesan tim dibangun berdasarkan fleksibilitas: "Ini bukan tentang memiliki satu pencetak gol yang baik. Ini tentang memiliki banyak pemain yang memiliki keinginan untuk mencetak gol dari posisi berbeda dan dalam situasi berbeda." Dia menekankan pentingnya pengorbanan taktis, “Kami mengorbankan banyak lari untuk berada di momen dan tempat yang tepat,” dan mencatat bahwa pola pikir ini telah membantu Brighton menjadi pencetak gol terbanyak liga.
Pendekatan taktis Brighton juga membedakan mereka. Mereka memimpin liga di PPDA, memaksa lawan untuk melakukan lebih sedikit operan per tindakan bertahan dan memenangkan lebih banyak turnover dengan tekanan tinggi. Tekanan agresif ini memungkinkan Seagulls melancarkan serangan dari dekat gawang lawan, melengkapi gaya berbasis penguasaan bola yang disempurnakan di bawah mantan manajer RobertoDeZerbi. Strategi rekrutmen klub sejalan dengan filosofi ini, mendatangkan pemain yang terbiasa dengan sistem tekanan tinggi dan meminjamkan prospek ke klub yang dapat lebih mengembangkan sifat-sifat tersebut.
Ruang ganti tetap merupakan perpaduan kosmopolitan antara pengalaman dan masa muda. Veteran PascalGross, kapten LewisDunk, dan kiper JasonSteele memberikan stabilitas, sementara CharalamposKostoulas yang berusia 19 tahun telah mencetak gol dalam tiga penampilan berturut-turut, belajar dari rekan satu tim yang berpengalaman. Meskipun kesulitan di awal di bawah Hurzeler, Brighton telah memenangkan 11 dari 18 pertandingan terakhir mereka di Premier League, dengan hanya Arsenal dan Manchester City yang unggul dalam hal kemenangan. Rekor mereka saat ini mencakup 11 gol berturut-turut tanpa balas, sebuah rekor yang tidak dapat ditandingi oleh tim lain mana pun.
Selanjutnya, Brighton akan menjamu Crystal Palace pada hari Minggu, sebuah pertandingan yang akan menguji apakah tim dapat mempertahankan momentumnya melawan lawan yang sudah tidak asing lagi. Penampilan terkini klub dan kedalaman skuatnya menunjukkan bahwa Seagulls akan terus menjadi kekuatan tangguh di liga, dengan potensi munculnya pahlawan pencetak gol baru.
