Barcelona mencapai comeback spektakuler melawan Galatasaray di babak penyisihan grup Liga Champions, dari defisit 2-0 menjadi menang 4-1 di Stadion AliSamiYen. Laga yang digelar pada 13 Oktober 2026 itu menjadi ajang unjuk kualitas dan dominasi sejati yang mengukuhkan kembali posisi klub sebagai salah satu favorit kompetisi.

Sejak awal, Barca menunjukkan gaya permainannya, dengan hadirnya pemain berpengalaman dan talenta muda. Pelatih HansiFlick, dengan skuad yang kuat, memutuskan untuk menempatkan Gabriel Jesús dan Olmo di lini depan, didukung oleh Lamine dan Gordon di sayap dan Fermín di lini tengah. Taktik tersebut berusaha mengendalikan kecepatan dan memberikan tekanan pada lawan sejak awal. Menit-menit pertama didominasi oleh Barca, dengan peluang bersih dari Gordon dan Cancelo yang dapat dihentikan oleh kiper Galatasaray.

Meski sempat unggul di awal, Galatasaray berhasil membalikkan keadaan. Striker Betrakov membuka keunggulan pada menit ke-34, disusul gol Yilmaz yang setelah ditinjau VAR dianulir karena offside. Tim Turki memperkecil ketertinggalan lewat gol Osimhen, dan comeback pun tuntas saat Galatasaray menyamakan kedudukan pada menit ke-43. Tekanan Barca terasa, namun pertahanan Galatasaray berhasil membendungnya di babak kedua.

Barcelona kembali unggul berkat Cancelo yang mencetak gol kedua tim pada menit ke-50. Kebangkitan kembali terkonsolidasi ketika Fermín mencetak gol ketiga pada menit ke-66, dan Adeyemi memastikan kemenangan dengan gol keempat pada menit ke-82. Performa kolektif Barca sangat luar biasa, dengan pemain seperti Lamine, Gordon dan Adeyemi menyumbangkan gol dan assist penting.

Skor akhir 4‑1 tidak hanya memastikan kemenangan Barca, tetapi juga memperkuat posisi mereka di tabel grup, menjadikan mereka sebagai salah satu tim terkuat di fase tersebut. Dengan penampilan tersebut, Barcelona menunjukkan kemampuannya mengatasi kesulitan dan mempertahankan gaya permainan ofensif dan dominan. Tantangan selanjutnya adalah mengkonsolidasikan posisi mereka di babak penyisihan grup dan terus mencari kejayaan di Liga Champions.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita