Barcelona melanjutkan rekor 17 pertandingan berturut-turut di Liga Champions tanpa mencetak gol, setelah kekalahan 1-0 melawan Galatasaray di Istanbul. Gol tim Turki yang dicetak pada menit ke-28 oleh playmaker Rusia Aleksey Batrakov menutup hari sekaligus memperpanjang nasib buruk tim Catalan di Eropa yang belum mampu mencetak gol sejak 5 April 2025 saat mengalahkan Borussia Dortmund 4-0 di leg pertama perempat final.

Pertandingan diputuskan setelah serangkaian peluang yang gagal dikonversi oleh Barca. Para pemain Spanyol, termasuk Anthony Gordon, Fermín López dan Dani Olmo, memiliki beberapa peluang di dalam area Galatasaray, namun tidak ada satupun yang menghasilkan gol. Satu-satunya serangan tim Catalan terjadi ketika bek Joao Cancelo, setelah berjuang dengan Joan Garcia, membelokkan bola ke arah area gawang, di mana Batrakov memanfaatkan kebingungan tersebut untuk menyelesaikannya dan mencetak gol penentu. Penyerang Rusia berusia 21 tahun itu telah mengungkapkan dalam wawancara sebelumnya mimpinya bermain di Camp Nou, yang membuat hasil tersebut semakin tidak terduga bagi para penggemar klub.

Sebelum gol terwujud, Barcelona sempat menuntut penalti kepada Anthony Gordon setelah bertabrakan bahu-membahu dengan gelandang Italia Marco Guida. Namun wasit tidak melihat adanya pelanggaran dan penalti tidak diberikan. Penjaga gawang tuan rumah, Ügurcan Çakir, memanfaatkan kesalahan tersebut untuk segera mengeluarkan bola dan membuat pertahanan Barca terus berjalan, meski gol Galatasaray sekali lagi membuka celah di tabel skor Barca.

Kekalahan ini menandai kekalahan kedua bagi Barcelona di Liga Champions edisi kali ini, dengan kedua pertandingan dimainkan hingga saat ini tanpa tim mencetak gol. Rentetan negatif terus berlanjut sepanjang musim, dengan pertandingan terakhir Barca berhasil mencetak gol adalah pada 9 April 2025 melawan Dortmund. Kurangnya gol di Eropa terus menjadi perhatian manajemen teknis dan para penggemar, yang mengharapkan peningkatan dalam serangan klub di pertandingan mendatang.

Dengan tersingkirnya Galatasaray, Barcelona menghadapi kebutuhan untuk meninjau kembali strategi ofensifnya sebelum pertandingan berikutnya di kompetisi tersebut. Klub harus memutuskan apakah akan mempertahankan susunan pemain saat ini atau melakukan perubahan untuk memutus rekor 17 pertandingan tanpa gol di Liga Champions. Pertandingan mendatang akan menentukan apakah tim dapat membalikkan tren ini dan kembali menjadi pesaing dominan di babak penyisihan grup dan seterusnya.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita