Pertandingan Sassuolo melawan Milan berubah menjadi drama nyata berkat gol bek Belanda Jeroen Odenthal. Dengan golnya, pemain Italia itu meraih hasil imbang dalam pertandingan yang, sebelum intervensinya, sepertinya akan berakhir dengan defisit poin bagi tim asuhan Aquilani.
Odenthal, lahir pada tahun 2000, tiba di Sassuolo dengan masa lalu yang penuh ketidakpastian. Selama musim panas ia menerima tawaran dari klub Serie B, termasuk Modena dan Sampdoria, dan juga mendapat tawaran dari tim di negara asalnya. Namun, ia memutuskan untuk menolak Serie B dan bertahan di Serie A, dengan tujuan mewujudkan mimpinya bermain di level tertinggi. Pelatihnya, Roberto Aquilani, menyatakan keyakinannya pada bek muda tersebut, memberikan kesempatan kepada Odenthal untuk bermain sebagai bek sayap tengah, meski sang pemain siap menggunakan setiap kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.
Pada laga kali ini, Odenthal sudah mencetak dua gol dalam dua penampilannya, pertama melawan Atalanta dan kemudian melawan Milan, membuktikan bahwa ia memiliki bakat menyerang meski peran utamanya adalah sebagai bek. Kontribusinya di lapangan sangat menentukan: gol yang menyamakan kedudukan mengubah jalannya pertandingan dan memberi Sassuolo hasil positif melawan salah satu tim terkuat di Serie A.
Sikap Odenthal menunjukkan kesediaannya mengambil risiko dan memperjuangkan posisinya, menolak tawaran dari klub-klub level bawah. Komitmennya dihargai oleh klub dan masyarakat, yang menghargai kemampuannya untuk membalikkan hierarki awal. Berkat hasil ini, Sassuolo mampu memantapkan posisinya di tabel liga dan menunjukkan bahwa mereka memiliki tim yang siap bersaing dengan klub-klub terbaik Italia.
Dengan hasil ini, Sassuolo bersiap melanjutkan musimnya dengan harapan bisa mempertahankan posisinya di Serie A, sedangkan Odenthal terus membuktikan dirinya sebagai pemain kunci tim, siap berkontribusi baik di lini pertahanan maupun serangan. Pertandingan klub berikutnya akan menjadi kesempatan untuk menguji lebih lanjut kemampuannya dalam mempengaruhi hasil di lapangan.
