Vinicius Junior kembali menjadi pusat perhatian Real Madrid, kali ini setelah dikritik oleh mantan pesepakbola legendaris Jerman Lottar Matthäus. Komentator yang sempat menyinggung perilaku sang penyerang pada Desember 2025 dan April tahun yang sama, kembali bersuara menentang sikap Vinicius di lapangan. Menurut publikasi Bild, Matthäus menyarankan klub Madrid untuk mengambil tindakan terkait hal ini, dengan menyatakan bahwa tim bekerja lebih baik tanpa pemain Brasil itu.

Mantan pemain internasional Jerman, yang dikenal karena karirnya di Bayern Munich dan reputasinya sebagai kritikus pers, membandingkan Vinicius dengan pemenang Ballon d'Or saat ini, Harry Kane. "Kane adalah seorang pria sejati yang memahami permainan dan meluangkan waktunya. Vinicius tidak seperti itu," komentar Matthäus seraya menambahkan bahwa sang pemain adalah seorang "penggerutu" yang kehadirannya merusak citra publik klub. Lebih lanjut, mantan pemain tersebut mengungkapkan kelegaannya karena Vinicius tidak termasuk dalam sepuluh besar kandidat yang memenuhi syarat untuk Ballon d'Or, dan menyatakan bahwa kurangnya pengakuan mencerminkan kurangnya disiplin sang pemain.

Matthäus menegaskan, permasalahan Real Madrid terletak pada sikap Vinicius. “Saat pemain tidak ada, tim bekerja lebih baik: lebih disiplin, semua orang saling mendukung dan bersatu. Dengan dia, dia memiliki ego yang besar, dan semua bahasa tubuhnya merugikan tim dan klub,” jelasnya. Mantan pemain internasional itu pun menyinggung soal absennya pemain dengan karakteristik serupa di Bayern dan Barcelona, ​​​​yang menurutnya membuat masalah semakin nyata di Real.

Komentar Matthäus muncul pada saat Real Madrid sedang mengevaluasi skuad dan kinerjanya musim ini. Klub ini dikritik karena kurangnya kohesi dan pengaruh pemain tertentu terhadap dinamika tim. Meski presiden klub dan pelatih saat ini belum membuat keputusan konkrit mengenai masa depan Vinicius, komentar mantan pemain tersebut menambah tekanan untuk mengambil tindakan.

Dalam beberapa hari mendatang, Real Madrid harus memutuskan apakah akan memberikan sanksi kepada sang pemain, mempertahankannya di bangku cadangan, atau mencari solusi alternatif. Pendapat Matthäus, meski kontroversial, menyoroti pentingnya disiplin dan persatuan dalam tim, faktor yang bisa menentukan kesuksesan klub di musim mendatang.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita