Milan langsung mengawali laga melawan Udinese dengan aksi sangat cepat yang diakhiri dengan gol Christian Pulisic. Pemain Amerika itu menggantikan Gonçalo Ramos, dan memanfaatkan umpan Luka Modric dari tendangan bebas dekat lini tengah. Pertahanan Udinese kehilangan kendali, membuat Pulisic mengontrol bola dan mencetak gol, membawa Milan unggul 1-0 saat pertandingan baru berjalan enam menit.
Pelatih Ruben Amorim menerapkan sistem 4‑4‑1‑1, dengan Pulisic memainkan peran kunci dalam fase menyerang. Aksinya nyaris secepat kilat: Modric melempar bola, Pulisic menerima umpan, melewati pertahanan dan menyelesaikannya dengan tembakan akurat, membuat kiper Udinese tidak bisa melakukan intervensi. Udinese berusaha membalas, namun pertahanan Milan tetap kokoh, mencegah ancaman lebih lanjut di sisa pertandingan.
Awal pertandingan ini menyoroti pentingnya gelandang bagi Milan, terutama dengan absennya pemain kunci seperti Svilar dan Dybala. Gol Pulisic memberikan Milan keuntungan berharga dalam kompetisi di mana setiap poin berarti, terutama mengingat tekanan eksternal dan ekspektasi para penggemar. Dalam konteks yang lebih luas, Milan sedang diawasi oleh klub-klub seperti Fenerbahce, yang telah menunjukkan minat terhadap sang pemain dalam beberapa bulan terakhir.
Hasil akhir pertandingan adalah 1‑0 untuk keunggulan Milan, dengan Pulisic sebagai protagonis aksinya. Udinese, meski mendapat beberapa peluang, tak mampu menyamakan kedudukan. Dengan hasil ini, posisi Milan lebih baik di klasemen Serie A, sementara Udinese harus mempertimbangkan kembali strateginya untuk merebut kembali poin di laga berikutnya.