Pertandingan Eropa pertama Sunderland dalam lebih dari lima dekade dijadwalkan pada Kamis malam saat klub Liga Premier itu bertandang ke Portugal untuk menghadapi tim strata ketiga Torreense. Pertandingan ini menandai sebuah simetri yang aneh: perjalanan kompetitif terakhir klub ke luar negeri terjadi pada tahun 1970, ketika tim Divisi Kedua itu bermain melawan Sporting Lisbon di Piala Winners Eropa. Kini, tim yang mengejutkan ibu kota Portugal dengan mengalahkan Sporting di final piala musim lalu telah mendapatkan tempat di babak pertama Liga Europa, setelah mengalahkan Lillestrom 2‑1 di Norwegia.

Torreense saat ini berada di urutan ke-15 LigaPro dengan enam poin dari tujuh pertandingan, sementara Sunderland kesulitan menemukan pemain sayap kanan spesialis di musim panas, sehingga manajer Régis LeBris akan menurunkan dua bek kanan alami, Trai Hume dan Thomas Meunier, dalam peran tersebut. Cedera juga menimpa lini belakang The Saints, dengan masalah hamstring pada Brian Brobbey dan Dan Ballard, dan penurunan performa kiper Robin Roefs baru-baru ini. Terlepas dari kemunduran ini, enam pertandingan liga pertama klub adalah melawan empat besar saat ini – Manchester City, Arsenal, Brighton dan Brentford – dan tim telah menunjukkan kualitas yang baik.

Pertandingan ini akan dimainkan di Estádio DrMagalhães Pessoa di Leiria, sebuah venue yang dapat menampung 23.888 penonton, setelah kandang aslinya di Torres Vedras dianggap terlalu kecil untuk standar UEFA. Sunderland akan bermarkas di sebuah hotel mewah di Lisbon, dengan sekitar 4.000 pendukung datang untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Kekurangan akomodasi telah mendorong beberapa penggemar untuk tinggal di kota-kota terdekat seperti Fatima, sebuah situs ziarah yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya. Rencana perjalanan klub telah diatur dengan cermat untuk meminimalkan kelelahan, dengan penerbangan langsung dari Lisbon ke Bournemouth pada hari Jumat sebelum pertandingan domestik berikutnya.

Skuad Torreense menampilkan kapten veteran Stopira, 38, yang mewakili Tanjung Verde di Piala Dunia, serta playmaker João Marques dan striker Ghana Malik Abubakari. Tim asal Portugal ini akan berusaha mempertahankan Garis Torres Vedras, pertahanan militer bersejarah yang melindungi Lisbon selama Perang Semenanjung, sementara Sunderland akan berusaha memanfaatkan iklim Eropa selatan yang hangat untuk memicu perubahan haluan di musim yang membuat klub tersebut berada di dekat zona degradasi.

Dalam berita lain, Sunderland mengumumkan kepergian pelatih bola mati James Brayne dan kedatangan Thor Herdal dari Nordsjælland, yang akan bertanggung jawab atas tugas bola mati. Langkah ini dilakukan saat klub bersiap untuk pertandingan Liga Europa berikutnya melawan Lech Poznan di Polandia, menggarisbawahi pentingnya meminimalkan perjalanan dan kelelahan. Hasil pertandingan hari Kamis ini akan sangat penting bagi harapan Sunderland untuk mengamankan tempat di putaran berikutnya kompetisi ini dan menghidupkan kembali momentum menjelang pertandingan-pertandingan sulit yang akan datang.

The GuardianArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita