Igor Paixão telah mengonfirmasi bertahan di OM setelah menerima tawaran dari klub Liga Inggris, termasuk Sunderland. Pemain sayap asal Brasil itu menjelaskan bahwa dia memprioritaskan kepentingan klub Marseille dan stabilitas skuadnya, meski ada prospek transfer €50 juta, yang bisa membuatnya meninggalkan Marseille musim panas ini.
Dalam wawancara yang disiarkan di Canal+, Paixão merinci alasan pilihannya. Ia menegaskan, Marseille sempat kehilangan beberapa pemainnya tanpa bisa segera merekrut karena kendala administrasi dan finansial. Penjualan besar-besaran tidak akan cukup untuk mengisi kekosongan tim, itulah yang membuatnya ingin bertahan. Menurut FootMercato, pemain Brasil itu hampir mencapai kesepakatan dengan Sunderland, tetapi akhirnya memilih untuk melanjutkan di OM, klub yang dia anggap sebagai proyek jangka panjang.
Sang pemain juga meyakinkan rekan satu timnya tentang kekompakan di ruang ganti. "Banyak pemain bagus yang tersisa, tidak ada yang datang, tapi kami punya kepercayaan diri di grup kami. Ada pemain muda yang datang membantu kami juga," ujarnya. Kepercayaan diri ini menjadi lebih penting karena serangan tim belum diperkuat musim ini, dan Paixão memposisikan dirinya sebagai pengalaman penting untuk mendukung staf.
Dalam wawancara yang sama, Paixão menyambut baik kemunculan Keyliane Abdallah, pemain muda yang mulai mendapat perhatian di Canebière. Dia memuji awal dan penampilan bagus sang striker, dengan mengatakan bahwa pelatih dan staf juga menaruh kepercayaan padanya. Abdallah, yang telah mengambil langkah pertamanya di tim utama, mendapatkan keuntungan dari kesempatan untuk maju di bawah asuhan Paixão.
Pada akhirnya, Igor Paixão menyatakan komitmennya terhadap OM dan keinginannya untuk berkontribusi terhadap kebangkitan tim. Pilihannya untuk bertahan di Marseille, meski ada tawaran menarik, memperkuat stabilitas klub dan memberikan basis berpengalaman bagi talenta muda yang kini harus mengambil lebih banyak tanggung jawab. Dengan demikian, klub Marseille dapat mengandalkan kehadiran pemain berpengalaman untuk mendampingi musim depan, sementara Ligue1 bersiap menghadapi tantangannya.
