Atalanta membuka petualangannya di UEFA Conference League dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Pafos, langsung menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang patut dipertimbangkan. Pelatih Maurizio Sarri memimpin Nerazzurri dalam pertandingan tingkat tinggi, memperoleh hasil lengkap dan membuat klub yakin akan posisi bagus di babak penyisihan grup.

Pertandingan diawali dengan tempo cepat dari Atalanta yang menerapkan formasi 4‑2‑3‑1. Gelandang Scamacca menjadi yang pertama mencetak gol, langsung di menit ke-1, dengan tembakan tepat yang membawa tim unggul. Di babak pertama, Elmas memperbesar keunggulan lewat golnya pada menit ke-18, disusul penalti yang berhasil dikonversi Raspadori pada menit ke-44. Namun gol Raspadori didahului oleh masalah otot yang memaksanya meninggalkan lapangan tak lama kemudian. Sarri langsung memasukkan De Ketelaere ke tempatnya, menjaga tekanan pada lawan.

Pafos berusaha membalikkan keadaan, namun gagal mencetak gol. Satu-satunya percobaan terjadi pada menit ke-88 saat Biel mencetak gol comeback, namun selisih tiga gol menjamin kemenangan Nerazzurri. Atalanta menunjukkan pertahanan yang kokoh, terutama berkat Majecki yang melakukan banyak penyelamatan menentukan, termasuk penyelamatan krusial pada menit ke-24 saat Biel mendapat peluang untuk membatalkan gol.

Di babak kedua, Atalanta terus mendominasi permainan, dengan banyak peluang mencetak gol namun tidak terwujud. Scamacca melakukan dua percobaan tembakan dari luar kotak penalti, keduanya diblok oleh Majecki, sementara De Ketelaere memiliki dua peluang sundulan. Gol Pafos yang dicetak Biel pada menit ke-88 merupakan hasil yang paling mendekati kemungkinan pembalikan. Namun, tim Siprus gagal memanfaatkan peluang yang tercipta.

Dengan kemenangan ini, Atalanta menempatkan dirinya di puncak grup Liga Conference, dengan keunggulan tiga poin atas tim peringkat kedua. Sarri mengungkapkan kepuasannya terhadap kinerja tim, menggarisbawahi pentingnya awal yang solid di kompetisi Eropa. Atalanta akan terus fokus pada permainan ofensif dan pertahanan kompak, dengan tujuan mempertahankan kepemimpinan di grup dan terus sukses di fase eliminasi langsung.

Corriere dello SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita