Declan Rice telah menjadi gelandang serba bisa untuk Arsenal, tetapi mantan pemain profesional Danny Murphy yakin pemain tersebut bisa menambah lebih banyak gol jika dia mengadopsi pendekatan yang lebih egois. Murphy, yang pernah bermain bersama Rice di West Ham, mengatakan bahwa kesediaan Rice untuk turun ke dalam dan mendistribusikan bola sering kali membatasi peluangnya untuk mencetak gol. “Jika dia lebih banyak menguasai bola dan mencari peluang untuk menyelesaikannya, dia akan menjadi ancaman yang lebih besar di depan gawang,” jelas Murphy, menyoroti perbedaan antara playmaker dan gelandang pencetak gol.
Komentar tersebut muncul setelah kemenangan 1-0 Arsenal atas Liverpool di Anfield, pertandingan yang menunjukkan soliditas pertahanan dan jangkauan umpan Rice. Dalam pertandingan yang menyaksikan Arsenal memenangkan gelar Liga Premier, Rice berperan penting dalam mematahkan serangan lawan dan melancarkan serangan balik, tetapi dia tidak berhasil mencetak gol. Gol yang dicetak Bukayo Saka tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ketat yang membuat serangan Liverpool dilumpuhkan oleh disiplin pertahanan Arsenal.
Kelly Cates dan mantan bek Inggris Micah Richards juga mempertimbangkan evolusi Rice. Cates memuji perkembangan Rice menjadi “gelandang bulat” yang dapat beroperasi baik secara defensif maupun ofensif, sementara Richards mencatat bahwa kemampuan Rice untuk membaca permainan dan mendistribusikan dari dalam adalah aset utama bagi mesin lini tengah Arsenal. Bersama-sama, mereka berpendapat bahwa keserbagunaan Rice adalah faktor utama dalam kesuksesan Arsenal baru-baru ini, namun mereka mengakui bahwa pola pikir yang lebih fokus pada tujuan dapat meningkatkan statistik individunya.
Meski mendapat pujian, pendapat Murphy tentang keegoisan mencerminkan perdebatan yang lebih luas di kalangan pendukung Arsenal tentang keseimbangan antara permainan tim dan bakat individu. Rice secara konsisten dipuji atas tingkat kerja dan disiplin taktisnya, namun anggapan bahwa ia bisa lebih agresif di depan gawang menambah dimensi baru dalam diskusi tersebut. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, sering menekankan pentingnya upaya kolektif, yang mungkin menjelaskan mengapa peran Rice tetap mendukung daripada mencetak gol.
Ke depan, Arsenal akan berusaha mempertahankan momentum mereka saat menutup musim. Kehadiran Rice yang berkelanjutan di lini tengah akan sangat penting untuk menjaga keseimbangan tim, sementara klub juga akan berupaya menambah lebih banyak opsi menyerang untuk melengkapi pemain seperti Saka dan Gabriel Jesus. Jika Rice bisa memadukan tanggung jawab bertahannya dengan pola pikir menyerang yang lebih proaktif, dia bisa menjadi gelandang yang lebih lengkap untuk The Gunners.
