Juventus hari ini menjadi pusat perdebatan yang melibatkan tiga nama kunci: Luciano Spalletti, Antonio Conte dan Simone Inzaghi. Dengan perubahan manajemen yang baru saja terjadi, masuknya Spalletti ke bangku cadangan menimbulkan keraguan mengenai masa depan sang pelatih, terutama setelah musim di mana tim menunjukkan naik turun yang membuat permanenitasnya dipertanyakan.
Klub telah menyatakan bahwa masalah "segitiga" adalah murni hipotetis, namun tekanan dari para penggemar sangat jelas. Nama yang paling sering disebut adalah Antonio Conte, mantan pelatih yang membawa Juve menjuarai Liga Champions pada 2015-16. Para penggemar percaya bahwa kembalinya Conte dapat membawa stabilitas dan pendekatan taktis yang lebih solid, namun klub khawatir akan tetap terpaku pada masa lalu dan tidak berkembang.
Sebaliknya, Simone Inzaghi yang kini berlatih bersama Al‑Hilal dinilai sebagai sosok yang lebih modern. Mantan pelatih Inter ini telah menunjukkan bahwa dia tahu cara mengelola tim level tinggi dan memiliki visi internasional. Namun, ketersediaannya saat ini tidak pasti dan Juventus harus mengevaluasi apakah filosofinya sesuai dengan skuad saat ini, yang masih muda, tidak memiliki pemimpin sejati dan dibangun dengan formasi 4‑3‑3 dengan lini tengah yang kurang fokus.
Spalletti, meski sukses di masa lalu, dikritik karena kurangnya konsistensi taktis dan kesulitan mengelola tim tanpa struktur kepemimpinan yang kuat. Manajemen khawatir bahwa tim tidak “dapat dilatih” seperti yang diklaim Maurizio Sarri di masa lalu, terutama setelah keluarnya pemain kunci seperti Conceição, Bremer dan McKennie baru-baru ini.
Oleh karena itu, Juventus harus memutuskan pada bulan Juni apakah akan mempertahankan Spalletti, menyambut Conte, atau memilih Inzaghi. Apa pun keputusan yang diambilnya, tujuannya tetap untuk membangun kembali tim yang kompetitif dan koheren, yang mampu bersaing di Serie A dan Liga Champions. Minggu depan para manajer akan bertemu untuk menentukan strategi, sementara para penggemar dengan cemas menunggu respons konkrit yang dapat membawa Juventus kembali menuju kemenangan.