Stade Rennais dan LOSC terus mengincar MartinTerrier untuk jendela transfer musim dingin, sementara sang pemain tetap di BayerLeverkusen meski mengalami musim yang sulit di Jerman. Setelah kembali ke Ligue1 yang direncanakan pada akhir musim panas, Terrier hanya memainkan empat pertandingan di semua kompetisi dan saat ini menderita cedera hamstring, yang membuatnya absen hingga Desember. Situasi ini bisa mempercepat kepergiannya ke klub Prancis.
Pemain Prancis berusia 29 tahun, yang mengenakan seragam Stade Rennais dari tahun 2020 hingga 2024, sekali lagi masuk dalam radar mantan klubnya. LOSC, yang telah menyatakan minatnya pada bursa transfer terakhir, berupaya memperkuat serangannya dengan mengimbangi absennya AyaseUeda. Stade Rennais, pada bagiannya, memposisikan dirinya sebagai kandidat pilihan untuk memulangkan Terrier, berkat tawaran gaji yang berpotensi lebih menarik dibandingkan Lille. Kembalinya ke Brittany mungkin menarik bagi sang pemain, yang mengetahui lingkungan klub dengan baik dan telah mencapai beberapa penampilan terbaiknya di sana.
BayerLeverkusen, yang menilai Terrier sebesar 8 juta euro di Transfermarkt, dapat menerima pinjaman dengan opsi untuk membeli. Harga opsinya akan sedikit lebih tinggi dari 5 juta euro, yang akan membuat transaksi lebih mudah diakses oleh klub Breton. Formula ini memungkinkan Terrier kembali ke Ligue 1 tanpa klub Jerman tersebut menderita kerugian finansial yang signifikan.
Oleh karena itu, kedua klub Prancis memiliki peluang untuk mencapai kesepakatan sebelum penutupan jendela transfer musim dingin. Stade Rennais yang unggul di LOSC bisa memanfaatkan situasi penyerang untuk memperkuat sektor ofensifnya. Beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu untuk mengetahui apakah Terrier akan kembali ke Rennes atau melanjutkan perjalanannya di Jerman.
