Gelandang Denmark Víctor Froholdt menyesali kekalahan 1-2 FCPorto melawan RealBetis di Estadio de la Luz, dengan menyatakan bahwa tim kebobolan tiga gol, banyak di antaranya melalui gol balasan, dan bahwa para pemain Portugal “berbicara tentang transisi mereka sebelum pertandingan.” Froholdt menjelaskan, meski Porto berhasil menguasai permainan pada momen-momen mencetak gol, kurangnya disiplin bertahan dan tekanan tinggi Betis menjadi faktor penentu kekalahan tersebut.

Di babak pertama, pemain berusia 26 tahun itu menjelaskan bahwa tim “terkadang mengalami masalah” dan pertahanan kewalahan karena kecepatan serangan balik Betic. Sang gelandang menambahkan bahwa, meski memiliki penguasaan bola yang bagus dan identifikasi pemain bebas, Porto “tidak cukup perhatian dalam membela pemain sayapnya”, yang memungkinkan Betis mencetak dua gol di babak kedua.

Froholdt menggambarkan performa Betis “sangat mumpuni di sepertiga akhir lapangan”, yang menimbulkan “kesulitan dalam mengontrol pertandingan”. Sang pemain juga mencatat bahwa tim “tidak lebih siap dalam tekanan tinggi dan ketika menyerang dengan bola-bola panjang,” yang berkontribusi pada kebobolan tiga gol. Sang gelandang menyimpulkan bahwa “kebobolan dua gol yang bisa dihindari membuat hampir mustahil untuk memenangkan pertandingan seperti ini.”

Hasil tersebut membuat Porto berada di posisi keenam klasemen Liga Primeira, dengan 41 poin, dan memaksa mereka untuk mencari comeback di pertandingan berikutnya. Klub Portugal, yang akan menghadapi Atlético de Madrid di fase berikutnya Liga Champions, harus memperkuat soliditas pertahanannya dan kemampuannya merespons serangan balik sebelum pertandingan berikutnya. Pelatih Porto, yang tidak disebutkan dalam artikel tersebut, harus mengevaluasi transisi tim dan menyesuaikan strategi untuk mencegah terulangnya kesalahan pertahanan.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita