Dalam Ballon d'Or edisi terbaru, France Football meninggalkan celah bersejarah dalam rekornya: penghargaan tersebut tidak diberikan pada tahun 2020, yang berarti penghargaan tersebut dibiarkan tanpa juara selama pandemi. Fakta ini menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar dan pakar, karena striker Polandia Robert Lewandowski, yang mendominasi musim 2019-20 bersama Bayern Munich, akan menjadi kandidat terkuat untuk menerima trofi tersebut.
Musim 2019-20 sempat terganggu oleh krisis kesehatan, namun Bundesliga dan Liga Champions masing-masing berakhir pada bulan Juli dan Agustus. Meskipun kompetisi telah berakhir, France Football memutuskan untuk membatalkan pesta pada bulan Desember 2020, dengan alasan ketidakpastian dan risiko pandemi. Hasilnya, Ballon d'Or dibiarkan tanpa pemenang selama setahun sehingga menimbulkan kesenjangan dalam daftar penerima yang menurut publikasi itu sendiri tidak diisi dengan suara sah.
Kasus Lewandowski menjadi semakin relevan ketika, setelah menerima Ballon d'Or 2021, LionelMessi bertanya apakah penghargaan tahun 2020 seharusnya diberikan kepada pemain Polandia itu. PascalFerré, yang saat itu menjadi pemimpin redaksi France Football, membenarkan bahwa tidak ada pemungutan suara pada tahun itu dan menambahkan bahwa, “sejujurnya, Lewandowski akan memiliki peluang bagus untuk memenangkannya.” Penyerang yang mencetak 55 gol dalam 47 pertandingan pada 2019-20 dan memenangkan lima gelar (Liga Champions, Bundesliga, Piala Liga, Piala Super Eropa, dan Piala Super Jerman), juga menerima penghargaan FIFATheBest, memperkuat anggapan bahwa penampilannya layak mendapatkan Ballon d'Or.
Perdebatan tidak hanya berkisar pada prestasi olahraga, tapi juga keadilan sejarah. Beberapa analis berpendapat bahwa, jika tidak ada suara yang sah, penghargaan tersebut harus diberikan secara surut kepada Lewandowski, mengingat dominasi absolutnya pada musim itu. Yang lain berpendapat bahwa tidak adanya acara gala tersebut adalah keputusan yang sah mengingat situasi global dan bahwa sejarah penghargaan tersebut tidak dapat diputar kembali.
Mengenai apa yang terjadi selanjutnya, France Football belum mengumumkan rencana konkrit untuk mengisi kesenjangan pada tahun 2020. Namun, diskusi terus berlanjut di media dan media sosial, dengan banyak penggemar Lewandowski dan Bayern yang menuntut pengakuan resmi. Sementara itu, striker Polandia ini terus menambah kemenangan dan gol, mengukuhkan dirinya sebagai salah satu yang terbaik di generasinya dan menghidupkan perdebatan tentang keadilan dan integritas penghargaan individu di dunia sepakbola.