Thiago Motta, mantan pemain Bologna dan sekarang menjadi manajer, melihat kariernya berubah secara tidak terduga ketika Juventus memutuskan hubungan mereka dengannya pada Maret tahun lalu. Pelatih Italia-Brasil, yang memulai karir kepelatihannya di tim U-19 Paris Saint-Germain, kemudian dipanggil oleh Genoa pada tahun 2019, tetapi dipecat setelah hanya meraih dua kemenangan dalam sepuluh pertandingan. Setelah tidak aktif selama satu setengah tahun, Motta kembali ke lapangan bersama Spezia, berkontribusi pada keselamatan tim di Serie A, dan kemudian dipekerjakan oleh Bologna, di mana ia membimbing klub ke posisi kesembilan dan kemudian memimpin tim ke Liga Champions setelah 60 tahun absen.
Namun, petualangannya dalam warna hitam dan putih tidaklah lama. Motta dipecat oleh Juventus setelah dua kekalahan telak, 4‑0 melawan Atalanta dan 3‑0 di Florence, dengan tim tersebut berada di posisi kelima. Kontrak tersebut diputus pada akhir Oktober, membuka kemungkinan Motta mencari tantangan baru di luar negeri. Sejauh ini ia menolak atau gagal mencapai kesepakatan dengan beberapa tim, antara lain Fiorentina, Atalanta, Real Sociedad, Benfica, dan Lille.
Klub Prancis Lyon, yang baru-baru ini meninggalkan Paulo Fonseca untuk melatih Sporting CP, bisa menjadi perhentian Motta berikutnya. Lyon saat ini sedang dalam fase restrukturisasi perusahaan menyusul masalah manajemen Textor dan bertujuan untuk memperkuat timnya dengan pelatih kelas atas. Motta, yang telah menunjukkan kemampuannya dalam memimpin tim-tim yang sedang kesulitan, dapat melihat Lyon sebagai peluang untuk membangun kembali reputasinya dan kembali menantang Liga Champions, dengan tim tersebut hanya tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen PSG.
Masa depan Motta masih belum pasti, namun kesediaannya untuk memulai lagi di luar negeri sudah jelas. Jika Lyon berhasil memberikan jaminan yang diperlukan, sang pelatih dapat menemukan lingkungan baru di mana ia dapat menunjukkan bahwa pengalamannya bersama Juventus adalah sebuah episode yang terisolasi. Bagaimanapun, perhatian media dan fans tetap tertuju pada langkah Motta selanjutnya, yang bisa menandai babak baru dalam karir kepelatihannya.