Bologna memutuskan untuk fokus pada lini tengah baru setelah kekalahan 0-2 melawan Cagliari, memilih Odgaard yang beradaptasi sebagai penyerang keempat mereka. Pilihan yang dibuat oleh pelatih Stefano Palladino disambut dengan penuh minat oleh klub, yang telah membeli tiga penyerang tengah musim panas ini: Odgaard, Piccoli dan Dovbyk, selain kedatangan Enem.
Dalam konteks musim ini, Bologna harus meninjau ulang strategi serangannya. Odgaard, yang sudah digunakan sebagai pemain nomor sembilan di bawah asuhan Thiago Motta, dipandang sebagai solusi paling tepat untuk melengkapi susunan pemain. Sang pelatih menggarisbawahi bahwa pemain asal Belanda itu telah menunjukkan bahwa ia layak mendapatkan kepemilikan, berkat kemampuannya beradaptasi di berbagai posisi penyerang. "Enem mengalami cedera tendon, beban kerjanya selama seminggu terbatas. Dia tidak bermain karena dia memiliki beberapa masalah seperti Dovbyk, yang harus memberikan sesuatu yang lebih. Odgaard telah menunjukkan kepada saya bahwa dia pantas mendapatkan posisi awal", kata Palladino.
Terpilihnya Odgaard juga dilatarbelakangi oleh kondisi kontrak ketiga pemain lainnya. Piccoli cedera dan Bologna memiliki kewajiban penebusan dengan syarat mencapai keselamatan. Enem dibeli langsung, sedangkan Dovbyk hadir hanya dengan hak membeli. Jika hubungan berlanjut, akan sulit untuk memprediksi masa tinggalnya setelah bulan Februari. Hal ini membuat klub mempertimbangkan penerapan Odgaard sebagai solusi yang lebih stabil untuk musim ini.
Bologna yang sudah menunjukkan manajemen pasar yang baik, kini bersiap memanfaatkan kualitas Odgaard secara maksimal. Sang pelatih mengungkapkan keyakinannya atas kemampuannya berkontribusi baik pada fase konstruksi permainan maupun fase akhir, di saat tim perlu mengkonsolidasikan kehadirannya dalam menyerang. Dengan terpilihnya Odgaard, Bologna berniat memperkuat struktur ofensifnya dan meningkatkan peluang meraih hasil positif di laga berikutnya.