Protokol VAR baru Liga Premier sekali lagi mendapat kecaman setelah pemain Liverpool Ryan Gravenberch dikeluarkan dari lapangan dalam kekalahan 3-0 dari Manchester City pada 11 Oktober. Keputusan tersebut, yang dibuat oleh wasit ChrisKavanagh dengan dukungan VAR dari PaulHoward, merupakan kartu kuning kedua karena tekel terhadap pemain City JérémyDoku yang menurut banyak orang terlalu keras.

Gravenberch sudah mendapat kartu kuning di awal pertandingan. Pada menit ke-62 ia melakukan tekel yang canggung kepada Doku, yang berada dalam posisi menyerang. Wasit menilai kontak tersebut sebagai pelanggaran yang menggagalkan peluang menjanjikan bagi sang striker, dan mengeluarkan kartu kuning kedua. Sistem VAR, yang kini memungkinkan peninjauan keputusan kuning kedua hanya jika keputusan tersebut benar-benar salah, mengonfirmasi keputusan di lapangan. Komentator Andy Davies, mantan wasit Select Group, mencatat bahwa meskipun keputusan tersebut mungkin tampak “lunak” bagi sebagian orang, wasit ditempatkan pada posisi yang sulit karena sifat tekelnya.

Insiden tersebut menyoroti garis halus yang diambil wasit ketika menghadapi situasi kuning kedua. Pelanggaran yang jelas dan tegas yang menghilangkan pemain dari serangan yang menjanjikan biasanya dianggap sebagai kartu kedua yang sah, meskipun kontaknya tidak parah. Davies menunjukkan bahwa tantangannya “terlambat dan kikuk” tetapi masih memenuhi kriteria untuk mendapatkan kartu kuning kedua karena memiliki dampak nyata pada permainan.

Pengusiran Gravenberch bukan satu-satunya momen VAR yang kontroversial musim ini. Sebelumnya pada bulan September, pemain Manchester United LisandroMartínez tidak mendapat penalti di Fulham setelah melakukan handball yang oleh VAR dianggap sebagai refleks alami. Dalam kasus lain, DeclanRice dari Arsenal menghindari kartu merah karena insiden off‑the‑ball di Brighton, dengan VAR mengonfirmasi bahwa kartu kuning tersebut benar. Contoh-contoh ini menggambarkan bagaimana aturan VAR baru diterapkan dalam berbagai situasi, mulai dari handball hingga perilaku kekerasan.

Bagi Liverpool, kartu merah punya konsekuensi langsung. Gravenberch akan melewatkan sisa pertandingan dan kemungkinan akan menghadapi skorsing yang dapat mempengaruhi kampanye klub di Liga Premier dan Liga Champions. Manchester City, sementara itu, akan berusaha untuk melanjutkan kemenangan 3-0 mereka, sementara Liverpool perlu menyusun kembali dan mengatasi kelemahan pertahanan yang menyebabkan kekalahan. Proses peninjauan VAR terus menjadi bahan diskusi di kalangan penggemar dan pakar, karena liga mulai menerapkan sistem baru yang memungkinkan kartu kuning kedua diperiksa hanya jika kartu kuning tersebut memang salah.

ESPNArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita