Napoli: Massimiliano Allegri membuktikan bahwa dia bukanlah seorang "pengkhotbah" tetapi seorang teknisi yang bertindak di lapangan

Pada malam tanggal 22 Oktober, di Maradona, Napoli melihat pelatih baru mereka, Massimiliano Allegri, mengubah tim menjadi entitas menyerang, mengejutkan penggemar, media, dan rival. Setelah mengambil alih jabatan dari pelatih sebelumnya, Allegri menunjukkan bahwa ia tidak membatasi dirinya hanya pada berbicara tentang filosofi sepak bola, namun ia mempraktikkan visi permainan yang konkrit dan pragmatis. Hasilnya adalah Napoli yang, meski tetap menjaga soliditas pertahanan, menunjukkan energi dan kecepatan bermain yang lebih agresif dibandingkan sistem sebelumnya.

Dalam konteks musim ini, klub Neapolitan harus meninjau kembali identitas taktisnya. Gaya sebelumnya, sering disebut sebagai "catenaccio" atau "defensif", dikritik karena kurangnya tontonan dan kesulitan dalam menciptakan peluang mencetak gol. Allegri, dengan pengalamannya bermain di tim-tim Serie A dan Liga Champions, telah memutuskan untuk mengadopsi pendekatan yang lebih dinamis, memanfaatkan pemain seperti Neres, Hojlund dan Lang untuk menciptakan tekanan tinggi dan memanfaatkan transisi cepat.

Selama pertandingan melawan Frosinone, Allegri memindahkan tim dari blok rendah ke blok tinggi, dengan tekanan yang intens sejak menit pertama. Para pemain menunjukkan keinginan yang lebih besar untuk merebut kembali bola di area tengah, mengurangi peluang serangan balik lawan. Hasil akhirnya, 3-1 untuk Napoli, menegaskan keefektifan filosofi baru ini. Kemenangan tersebut juga menjadi tanda kepercayaan diri para suporter yang memberikan apresiasi kepada sang pelatih atas kemampuannya dalam mentransformasi tim menjadi entitas yang lebih seimbang dan kompetitif.

Allegri telah menekankan dalam wawancara bahwa tujuannya adalah untuk "membaca" pertandingan dan menyesuaikan tim dengan kebutuhan spesifik setiap pertandingan, daripada memaksakan skema taktis tunggal. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas pertahanan, namun tidak menyerah dalam menyerang. Pendekatan pragmatis ini, yang menonjolkan fleksibilitas taktis, diterima secara positif oleh para pemain, yang menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan pelatih dalam membimbing mereka menuju hasil nyata.

Melihat ke depan, Napoli bersiap untuk melanjutkan jalur ini, dengan tujuan bersaing di kompetisi Serie A dan Eropa. Allegri telah mengindikasikan bahwa langkah selanjutnya adalah mengkonsolidasikan struktur taktis baru, mengerjakan aspek-aspek seperti transisi bertahan-menyerang dan pengelolaan waktu bermain. Dengan pengalaman dan visi pragmatisnya, sang pelatih telah menunjukkan bahwa dirinya mampu mentransformasikan tim menjadi entitas yang lebih seimbang, siap bersaing di level tertinggi.

Corriere dello SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita