Napoli telah memutuskan untuk tidak mempertanyakan bangku cadangan Massimiliano Allegri, meski tim tersebut berada dalam posisi sulit baik di Serie A maupun Liga Champions. Presiden Aurelio DeLaurentiis menyatakan keyakinan penuhnya kepada pelatih Livorno tersebut, dengan menyatakan bahwa ia berniat untuk terus bersamanya hingga akhir musim. Namun pihak klub menggarisbawahi bahwa hasil yang diperoleh harus ditingkatkan untuk memenuhi harapan para penggemar dan untuk menangkal kritik.
Situasi klub saat ini sedang sulit. Setelah delapan hari kejuaraan, Napoli hanya mengumpulkan 11 poin, rekor yang hanya diraih pada musim 2009-10 dan 2011-12. Di Liga Champions, tim hanya berhasil meraih tiga poin di grup, dengan performa yang membuat para manajer khawatir. Hasil imbang 3-3 melawan Roma menunjukkan semangat tim tertentu, namun itu tidak cukup untuk menyelesaikan masalah pertahanan: dalam empat pertandingan terakhir tim Italia telah kebobolan sepuluh gol, menyoroti kerapuhan yang harus segera diatasi oleh Allegri.
Di antara tantangan berikutnya, Napoli harus menghadapi Monza, Juventus, dan Porto. Laga melawan Monza bisa memberikan peluang untuk mengubah rotasi permainan, dengan pemain seperti Marianucci, Lobotka, dan Vergara bisa saja sudah berada di lapangan sejak menit pertama. Selanjutnya, tim dapat memutuskan untuk mengistirahatkan DeBruyne atau McTominay menjelang minggu tersibuk, yang mencakup pertandingan liga melawan Juventus diikuti dengan leg pertama Liga Champions melawan Porto. Jadwal yang padat menguji kedalaman skuad dan kemampuan Allegri dalam mengatur perubahan susunan pemain.
Faktor lain yang memperumit situasi ini adalah cedera Badiashile. Kondisinya akan dinilai setelah tes medis, dan ketidakhadirannya dapat mempengaruhi pilihan taktis pelatih. Terlepas dari kesulitan-kesulitan ini, DeLaurentiis menegaskan bahwa Allegri tidak berada dalam ultimatum dan jaminan masa tinggalnya. Tantangan bagi sang pelatih kini adalah menemukan cara untuk membalikkan tren tersebut, mulai dari tiga laga tandang berikutnya dan berusaha mengkonsolidasikan tim baik di kejuaraan maupun di Liga Champions. Masa depan Napoli akan bergantung pada bagaimana Allegri berhasil mengubah kepercayaan manajemen menjadi hasil nyata di lapangan.