Pelatih Lecce, Eusebio DiFrancesco, menutup pertandingan melawan Juventus dengan konferensi pers di mana ia menggarisbawahi bagaimana kualitas teknis membuat perbedaan, namun tim kurang efektif dalam mengkonversi peluang.
Pertandingan yang dimainkan di stadion "Via del Mare" itu berakhir dengan kekalahan bagi Lecce, namun manajer menyoroti bahwa tim menunjukkan pendekatan yang lebih agresif dan kehadiran yang lebih besar di lapangan dibandingkan pertandingan sebelumnya melawan tim-tim "besar". DiFrancesco menjelaskan, setelah tertinggal 1-0, ia memutuskan untuk mengubah sistem permainan menjadi lebih ofensif dan menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol, namun ia menyadari bahwa perbedaan antara kedua babak adalah kemampuan mencetak gol.
Di babak pertama, Juventus bermain lebih kontinuitas, sementara Lecce kesulitan memanfaatkan lebar lapangan. Pelatih mengkritik manajemen gol pertama yang naif, dengan menyatakan bahwa perbedaan antara kedua tim ditentukan oleh detail dan karakteristik individu para pemain. Ia juga kembali menegaskan pentingnya keberanian dan kegagahan para pemain di lapangan, elemen yang menjadi pembeda dalam pertandingan.
Dari sisi pertahanan, DiFrancesco mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kinerja Gaspar yang melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Ia menyebutkan kemungkinan absennya Tiago Gabriel karena cedera lutut dan berharap sang pemain bisa kembali tampil pada laga berikutnya. Sang pelatih juga menggarisbawahi bahwa para pemain telah mengerahkan seluruh kemampuannya, namun tim gagal memuaskan publik.
Perubahan taktis menuju 3‑4‑2‑1 dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk beradaptasi dengan sistem permainan Juventus dan mempertahankan pendekatan agresif tanpa mengorbankan kualitas penyerang. DiFrancesco mengatakan meski Juventus punya kualitas unggul, namun timnya berusaha untuk tidak mengalami perubahan permainan dan tetap kompetitif. Ia menyayangkan tidak mencetak gol di babak kedua, namun menegaskan perbedaannya terletak pada kualitas penampilan.
Terakhir, sang pelatih mengindikasikan bahwa formasi tiga pemain bertahan bisa menjadi solusi yang berguna, terutama ketika Lecce hanya memiliki sedikit gelandang yang tersedia. Dia mengutip pertemuan sebelumnya dengan Roma di mana pertahanan tiga pemain membuahkan hasil negatif, namun masih mempertimbangkan kemungkinan taktik tersebut di masa depan. DiFrancesco menutup konferensi dengan optimisme bahwa tim menunjukkan pendekatan proaktif melawan tim-tim besar, meskipun ia menyayangkan kebobolan gol kedua. Laga Lecce berikutnya menunggu rincian lebih lanjut mengenai kalender dan komposisi tim.