Real Madrid kembali menunjukkan dominasinya di Liga dengan mengalahkan Villarreal 1‑0 di stadion Santiago Bernabéu, melalui gol Diomande yang memastikan kemenangan di fase terakhir pertandingan. Hasil tersebut membuat tim putih tetap berada di puncak klasemen, hanya tertinggal dua poin dari peringkat kedua, dan memperkuat posisi kepemimpinannya seiring berjalannya musim.
Sejak awal, pelatih CarloMourinho memilih formasi 4‑2‑3‑1, dengan Valverde di bek kanan dan Arda Güler di lini tengah, sementara bek tengah Rüdiger, yang kembali dari cedera bersama tim nasional Prancis, bertanggung jawab atas lini pertahanan. Permainan tetap imbang di babak pertama, Villarreal berusaha mematahkan perlawanan Madrid, namun tekanan Real Madrid terlihat jelas saat Diomande bergerak di sayap kiri dan diakhiri dengan tendangan yang berhasil menaklukkan kiper Saliba.
Gol yang tercipta pada menit ke-62 menjadi katalis perubahan taktik di babak kedua. Mourinho menggantikan Valverde dengan bek sayap Tchouaméni, yang menunjukkan ketahanan fisik yang baik meskipun ia mengalami ketidaknyamanan otot baru-baru ini. Di lini tengah, Bellingham tampil sesekali, memberikan kualitas serangan saat berada di lapangan, meski waktu bermainnya terbatas.
Villarreal berusaha bereaksi, namun pertahanan Real Madrid yang diperkuat masuknya Dumfries di menit-menit akhir berhasil membendung serangan. Pengusiran Vinicius, yang dikeluarkan dari lapangan dengan kartu merah langsung setelah mencetak gol bunuh diri menyusul provokasi kepada Saliba, membuat tim putih memiliki 10 pemain, tetapi soliditas pertahanan dan organisasi Mourinho memungkinkan mereka mempertahankan keunggulan.
Dengan kemenangan tersebut, Real Madrid tetap berada di posisi pertama klasemen dengan 73 poin, hanya unggul satu poin dari peringkat kedua. Tantangan selanjutnya adalah pertandingan melawan Atlético de Madrid, dimana tim putih akan berusaha untuk mengkonsolidasikan dominasinya dan terus mengumpulkan poin di fase akhir kompetisi.
