Real Madrid berada dalam krisis citra setelah adegan kontroversial Ballon d'Or 2024, ketika pelatih José Mourinho melintasi Stadion Santiago Bernabéu dengan kecepatan penuh untuk merayakan gol Vinicius Jr ke gawang Villarreal. Pertandingan berakhir dengan dianulirnya gol tersebut karena adanya pelanggaran yang memicu kemarahan para pemain dan Mourinho sendiri, sehingga menimbulkan sebuah episode yang tergolong sebagai cerminan dari “konyol” yang tampaknya dialami klub.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya rasa frustrasi di kalangan penggemar dan manajemen klub. Presiden Florentino Pérez, yang memutuskan untuk tidak menghadiri pesta Ballon d'Or, mendapat kritik karena kurangnya kehadirannya pada momen-momen penting. Pencabutan gol dan sanksi larangan bermain bagi Vinicius di Camp Nou dimaknai sebagai gejala kurang koherensi strategi olahraga tim, yakni tidak mampu menemukan pola permainan yang memuaskan para pendukungnya.
Di lokasi kejadian, wasit menganulir gol Vinicius dan memberikan kartu merah kepada pemain Villarreal, yang menimbulkan reaksi dan ketegangan Mourinho di antara pemain kulit putih. Video-video episode tersebut, yang menampilkan Vinicius menjambak rambut Saliba dan tanggapan Mourinho, telah menjadi subjek analisis oleh media dan penggemar, yang melihat di dalamnya ekspresi kemarahan klub yang menumpuk terhadap dominasi FC Barcelona dalam dua dekade terakhir.
Real Madrid, meski lebih banyak menjuarai Liga Champions dibandingkan Barca, nampaknya gagal memikat publik global dengan kejayaannya. Peristiwa yang baru-baru ini terjadi di Roma digambarkan sebagai “penderitaan” dan dipandang sebagai upaya untuk menghindari krisis yang menurut beberapa orang sedang terjadi. Narasi klub, yang membandingkan Cristiano Ronaldo dengan Messi dan menyatakan bahwa wasit menentangnya, telah dikritik karena kurangnya objektivitas dan pengulangan slogan tanpa pertanyaan.
Terkait sanksi terhadap Vinicius, pihak klub belum menunjukkan penyesalan dan tetap mempertahankan pendirian bahwa kasus Negreira, pemain yang terlibat kontroversi, relevan dengan sejarahnya. Namun, kurangnya transparansi dalam pengelolaan pembayaran dan hubungan dengan pihak ketiga telah menimbulkan kecurigaan terhadap integritas keputusan klub. Masa depan Mourinho dan kemungkinan dia kembali membintangi adegan serupa di Bernabéu masih belum pasti, sementara klub berupaya menstabilkan citra dan kinerjanya di kompetisi.
