Real Madrid sedang mempersiapkan pertandingan klasik berikutnya di Camp Nou, dimana tim putih telah mengumpulkan 96 pertandingan tandang di Liga. Hasil di stadion Barca kurang baik: 23 kemenangan, 20 seri dan 53 kekalahan, dengan kekalahan terakhir tercatat musim lalu dengan skor 2‑0.
Sejarah pertandingan di Camp Nou dimulai pada tahun 1929, ketika Real Madrid mengalahkan Barcelona 2-1 melalui dua gol Morera, sementara Perera mencetak gol untuk Blaugranas. Sejak itu, persaingan klasik telah menandai persaingan antara kedua tim, dengan Real Madrid mempertahankan rekor 10 pertandingan tanpa kemenangan di Barcelona antara musim 1948-49 dan 1961-62. Kekeringan ini dibandingkan dengan tahun 1980an dan 1990an, ketika tim putih menjalani sembilan pertandingan tanpa kemenangan di stadion Catalan antara tahun 1984-85 dan 1993-94.
Saat ini, Real Madrid telah menunjukkan performa yang beragam dalam kunjungannya ke Barca. Terlepas dari tradisi klasik, angka-angka terkini tidak berpihak pada tim putih, dan kekalahan terakhir di Camp Nou terjadi musim lalu. Laga berikutnya, yang dijadwalkan pada pukul 21.00, akan menjadi kesempatan bagi Real Madrid untuk memutus rentetan buruk tersebut dan berusaha memperbaiki posisinya di klasemen.
Klub kulit putih yang telah mengalami beberapa kekalahan di Stadion Barca, berupaya mengkonsolidasikan strategi ofensif dan defensifnya untuk pertandingan berikutnya. Para penggemar mengharapkan performa solid yang dapat membalikkan tren negatif di film klasik. Dengan kalender LaLiga yang semakin maju, hasil pertandingan ini akan sangat menentukan klasifikasi akhir kedua tim.
Real Madrid menghadapi Barcelona di Camp Nou, sebuah laga klasik yang menentukan sejarah sepak bola Spanyol. Pertandingan berikutnya akan menentukan masa depan kedua klub, dan para penggemar akan memperhatikan bagaimana pertandingan akan berkembang di stadion Catalan.