Frosinone memulai musim dengan kecepatan yang mengesankan, mengumpulkan 17 poin dalam sembilan pertandingan dengan lima kemenangan, dua kali seri dan dua kekalahan. Tim asuhan Alvini saat ini berada di peringkat keenam klasemen, tertinggal tiga poin dari Juventus dan Napoli, serta tertinggal satu poin dari Milan yang menghuni posisi kelima. Performa tersebut menempatkannya pada posisi menonjol, apalagi mengingat ini adalah tim yang baru dipromosikan.
Pelatih Alvini menggarisbawahi, klub tidak memiliki tujuan khusus, namun fokus pada semangat dan kualitas permainan. Tim terus memberikan kejutan dengan kemampuannya mencetak gol dan memperoleh hasil positif, menunjukkan pergerakan yang patut ditiru yang dapat membuka jalan bagi momen-momen menentukan di masa depan musim ini.
Perbandingan dengan Juventus pada 2007-2008, yang baru membangun kembali timnya setelah promosi ke Serie A, dibuat untuk menyoroti betapa luar biasanya performa Frosinone. Seperti Juventus pada masa itu, tim Frosinone memulai petualangan baru mereka di Serie A dengan momentum yang kuat, meraih hasil yang jarang terlihat pada tahap awal promosi.
Dengan basis kokoh tersebut, Frosinone tampaknya siap melanjutkan lajunya dengan tetap menjaga kualitas permainan dan keinginan untuk memberikan kejutan. Klub tidak menunjukkan tanda-tanda melambat dan bertujuan untuk mengkonsolidasikan posisinya di liga, dengan harapan mengubah musim ini menjadi titik balik dalam sejarah klub.