José Mourinho mendedikasikan pesan terima kasih yang hangat kepada para penggemar Roma, mempublikasikannya di profil Instagram-nya setelah pertandingan Liga Champions melawan mantan timnya. Pelatih asal Portugal tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas ikatan istimewa yang ia jalin dengan para suporter Giallorossi selama berada di ibu kota, sebuah hubungan yang lebih dari sekedar hasil di lapangan.
Dalam postingan tersebut, Mourinho membagikan foto-foto malam di Olimpico, termasuk spanduk yang dipersembahkan oleh fans Roma untuknya. Sambutan yang diterima dari para suporter sangat menyentuh hati mantan pelatih tersebut, yang mengenang bagaimana, selama petualangannya memimpin Roma, ia berhasil merebut hati para suporter.
“Saat momen terbaik dalam karier panjang bukanlah gol atau kemenangan, melainkan emosi yang dengan rendah hati saya hanya bisa mengungkapkan rasa terima kasih saya,” tulis Mourinho. "Terima kasih Roma, terima kasih para penganut Roma. Emosi dan rasa terima kasih yang abadi kepada Anda." Pesan tersebut menggarisbawahi bagaimana pengalamannya bersama tim lebih ditentukan oleh perasaan bersama dibandingkan hasil olahraga.
Mourinho mengenang prestasi yang diraihnya bersama Roma, termasuk kemenangan bersejarah Liga Conference pada 2022 dan final Liga Europa pada tahun berikutnya. Momen-momen ini, tambahnya, akan tetap terpatri dalam ingatan semua orang yang ikut serta dalam petualangannya.
Ucapan terima kasih tersebut muncul di saat Mourinho masih menjadi sorotan untuk pertandingan Liga Champions baru-baru ini melawan mantan klubnya. Terlepas dari persaingan yang ada, sang pelatih memilih untuk mengesampingkan pertandingan tersebut untuk fokus menjalin hubungan dengan para penggemar, menunjukkan bahwa kecintaannya terhadap sepak bola melampaui hasil akhir.
Dengan seruan ini, Mourinho menutup babak penting dalam karirnya, membuka kemungkinan kolaborasi di masa depan dengan Roma atau klub lain. Untuk saat ini, pesan tersebut tetap merupakan penghormatan tulus kepada para penggemar Giallorossi, yang terus mendukung mantan pelatih mereka dengan antusias dan pengabdian.
