Pertandingan antara Real Madrid dan Villarreal berakhir 0-0, tetapi striker Prancis Kylian Mbappé memiliki dua peluang bersih untuk mencetak gol sebelum turun minum. Upaya pertama terjadi pada menit ke-7, ketika kombinasi antara Arda Güler dan Carreras meninggalkan bola di kaki Mbappé, yang tembakannya membentur tiang tanpa mampu bereaksi oleh kiper Levante, Gulácsi. Peluang kedua datang pada menit ke-21, saat Trent Alexander-Arnold melancarkan umpan panjang dari lini pertahanannya sendiri yang sampai ke tangan Mbappé. Pemain Prancis itu memanfaatkan kecepatannya untuk menaklukkan bek tengah Villarreal, namun tembakannya dihentikan oleh Gulácsi, yang tidak perlu melakukan peregangan besar untuk menyelamatkan bola.
Pertandingan berlangsung tanpa gol dan kedua tim sama-sama mencari keunggulan. Real Madrid menunjukkan kualitas ofensifnya, namun Villarreal bertahan dengan kokoh, terutama di area penalti. Upaya Mbappé sangat menentukan, tetapi kiper Villarreal berdiri kokoh di depan gawang. Meski mendapat peluang bersih, skor tetap tidak berubah sehingga memaksa kedua tim terus berjuang di babak kedua.
Pertandingan tersebut juga menyoroti kehadiran pemain kunci seperti Arda Güler dan Carreras, yang berkontribusi dalam terciptanya permainan yang membawa Mbappé ke posisi gawang. Sementara itu, Trent Alexander-Arnold menunjukkan kemampuannya menciptakan bahaya dari pertahanan dengan umpan panjangnya yang sampai ke striker Prancis itu. Namun Villarreal berhasil menjaga pertahanannya tetap kompak dan mencegah Real Madrid memanfaatkan peluangnya.
Dengan hasil 0‑0, kedua tim harus menganalisis strategi mereka untuk fase kompetisi selanjutnya. Real Madrid, yang berupaya mengkonsolidasikan posisinya di klasemen, harus meningkatkan efektivitasnya di depan gawang lawan. Villarreal, pada bagiannya, akan terus mengandalkan soliditas pertahanan dan kemampuan para pemainnya untuk menciptakan peluang mencetak gol. Pertandingan masing-masing tim berikutnya akan sangat penting dalam menentukan arah mereka dalam kompetisi.
