Pada tanggal 29 Oktober 1995, pertandingan yang mengesankan bagi karir Filippo Inzaghi berlangsung di stadion Ennio Tardini di Parma. Parma menjamu Piacenza dalam laga SerieA yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk keunggulan sang ducals. Gol yang dicetak Inzaghi, yang pertama di kasta tertinggi, merupakan momen ringan dan penuh bakat yang langsung membuat orang-orang membicarakannya.
Dalam konteks pertandingan itu, Parma menempatkan mantan juara dunia Hristo Stoichkov di bangku cadangan, yang baru masuk pada menit kedelapan puluh menggantikan Melli. Tim asuhan Nevio Scala, di antara para starter, memiliki Sensini dan Couto dalam kuota asing, sementara Piacenza, dipimpin oleh pelatih Luigi Cagni, menurunkan Gigi Cagni, Turrini dan Piovani di lapangan dalam formasi 4-5-1 yang dapat berubah menjadi 4-3-3 tergantung kebutuhan. Piacenza, bagaimanapun, gagal mencetak gol di kandang sendiri, dan tidak ada gol yang menguntungkan mereka.
Parma memulai dengan baik, dengan dua gol dari Zola: gol pertama tercipta pada menit ke-23, disusul gol lainnya pada menit ke-61, keduanya dicetak melalui tendangan bebas akurat. Piacenza membalasnya dengan gol Angelo Carbone pada menit ke-53, dan penalti Caccia pada menit ke-82 yang membuat skor menjadi 2‑2. Sementara itu, Stoichkov dikeluarkan dari lapangan pada menit ke-80 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Piacenza Rossini yang mendapat kartu kuning kedua.
Momen kunci terjadi pada menit kesembilan puluh, ketika Filippo Inzaghi, yang diturunkan oleh Di Chiara, berada di depan kiper Piacenza, Taibi. Percobaan pertamanya berupa tendangan voli yang memantul dari badannya sehingga menyisakan peluang untuk percobaan kedua. Inzaghi memanfaatkan kesempatan tersebut dan mencetak gol, mencetak gol pertamanya di Serie A. Gol tersebut merupakan tanda kemampuan alaminya sebagai seorang "superpippo" yang akan menemaninya sepanjang karirnya.
Laga berakhir dengan Parma di puncak skor, 3-2 berkat gol Zola, Carbone, Caccia, dan Inzaghi. Hasil tersebut mengukuhkan soliditas anak asuh Nevio Scala yang mampu mengandalkan solidnya pertahanan dan serangan yang mampu menciptakan peluang. Bagi Piacenza, pertandingan tersebut merupakan pengalaman berkembang, meski tidak meraih kemenangan.
Gol Inzaghi adalah awal dari karir cemerlangnya di SerieA, sang pemain kemudian mencetak gol untuk Parma dan kemudian tim Italia lainnya. Pertandingan pada tanggal 29 Oktober tetap menjadi kenangan penting bagi para penggemar sepak bola, karena menandai awal mula legenda sepak bola Italia.