Aleksandar Pavlovic, gelandang Bayern Munich, menegaskan bahwa ambisi terbesarnya adalah memenangkan Ballon d'Or. Pemain muda Jerman, yang tiba di klub setelah masuknya Vincent Kompany, telah berubah dari tim utama dan tim cadangan menjadi bagian penting dalam skuad. Pada musim 2024-25, Pavlovic membuat 33 penampilan dengan seragam Bayern, dan musim sebelumnya menyaksikan tim Munich berjaya di Bundesliga dan Piala Jerman, serta mencapai final Liga Champions.
Kebangkitan Pavlovic dipicu oleh gaya permainan Kompany, yang mengharuskan gelandang untuk pindah ke posisi interior dan bahkan terkadang mengambil peran sebagai bek sayap. Dalam 44 pertandingan bersama klub, sang pemain mencetak empat gol dan memberikan dua assist, meski kontribusinya jauh melebihi angka. Kemampuannya dalam merebut kembali bola, mendistribusikan permainan, dan menjaga tekanan menjadi hal mendasar bagi soliditas pertahanan tim.
Meski sukses di level klub, Pavlovic sempat tampil mengecewakan di Piala Dunia 2026 bersama timnas Jerman. Gelandang tersebut dikritik oleh mantan kapten Philip Lahm, yang menyatakan bahwa “lini tengah sangat tidak stabil” dan bahwa Pavlovic “tidak menempati posisi terbaik di lapangan.” Jerman tersingkir di babak 16 besar melawan Paraguay, dan performa sang pemain jauh dari ekspektasi.
Ketertarikan Manchester City terhadap Pavlovic yang sedang mencari pengganti Rodri juga sempat ramai disebut-sebut di media. Pemain yang memiliki tinggi badan 1,87 meter dan memiliki ciri fisik dan gaya yang sama dengan pemain Spanyol itu menolak tawaran klub Inggris tersebut. Ketika ditanya tentang perbandingannya dengan Rodri, Pavlovic menjawab bahwa “semua orang tahu bahwa Rodri adalah gelandang bertahan papan atas” dan dibandingkan dengannya adalah suatu kehormatan baginya. Ia menambahkan, perbandingan tersebut memotivasi dirinya untuk mengejar impian meraih Ballon d'Or suatu saat nanti, meski saat ini ia tidak masuk dalam kandidat utama.
Dengan satu gol dan dua assist dalam delapan pertandingan pertama musim ini, Pavlovic terus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu gelandang paling menjanjikan di Eropa. Karirnya di Bayern dan visinya untuk masa depan menunjukkan bahwa ia akan terus semakin penting baik di klub maupun tim nasional, dan bahwa Ballon d'Or bisa saja lebih dekat dari yang terlihat.