Real Madrid Castilla kalah 2-0 melawan Algeciras di Nuevo Mirador, mematahkan rekor dua kemenangan dan sekali imbang yang dipertahankannya dalam beberapa hari terakhir. Degradasi skuad Julián López de Lerma ke “tanah tak bertuan” di tabel Divisi Kedua B terjadi setelah kekalahan yang membuat tim tidak memiliki kemungkinan untuk memantapkan posisinya di klasemen.

Di fase musim, Castilla sempat menunjukkan performa solid, dengan tiga hasil positif yang mendekatkan mereka ke papan atas klasemen. Namun laga kontra Algeciras yang dilakoni di kandang tim tamu ternyata memberikan tantangan yang lebih rumit dari perkiraan. Tim Andalusia, dengan performa yang mirip dengan Castilla dalam hal poin, memasuki pertandingan dengan keunggulan sebagai tuan rumah dan memanfaatkan babak pertama untuk membuka keunggulan.

Gol pertama terjadi pada menit ke-20, ketika Juanma García mencetak gol untuk Algeciras, memaksa los blancos untuk bereaksi. Meski mendapat tekanan, Castilla berhasil menyamakan skor dan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan gol. Di babak kedua, harapan tim pupus ketika Toni Ramón kembali mencetak gol di menit ke-35, menyamakan skor dan meninggalkan Castilla dengan satu keunggulan.

Sisa pertandingan diwarnai dengan minimnya peluang bersih dan ketangguhan pertahanan Algeciras. Pada menit ke-71, Castilla hampir mendapatkan penalti melawan Mario Rivas, namun VAR Challenge mengesampingkan pelanggaran tersebut, yang merupakan satu-satunya kegembiraan tim di hari yang berakhir dengan kekalahan. Hasil ini membuat Castilla tidak mempunyai kemungkinan untuk melaju di klasemen dan tidak memiliki energi yang diperlukan untuk terus berkembang dalam beberapa minggu mendatang.

Dengan kekalahan ini, Castilla kembali ke “tanah tak bertuan”, seperti yang dijelaskan dalam laporan tersebut, dan menghadapi kebutuhan untuk melakukan reorganisasi dan mencari comeback di pertandingan berikutnya. Tim harus bekerja pada kinerja pertahanannya dan kemampuan untuk mengubah peluang menjadi gol untuk mendapatkan kembali posisinya di klasemen dan terus bersaing untuk posisi tertinggi.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita