Lazio telah mencapai rekor baru dalam persentase gol di Serie A, bahkan melampaui klub paling menyerang di liga-liga utama Eropa. Pelatih Simone Gattuso membimbing tim Biancoceleste mencetak total 22 gol setelah kemenangan baru-baru ini atas Sassuolo, dengan rata-rata gol per pertandingan mencapai 17,3%. Persentase tersebut merupakan yang tertinggi yang dicatat klub Italia di SerieA dalam dua puluh musim terakhir, dan hanya mendekati rekor Barcelona (19,1%) dan Marseille (17,5%).

Rekor ini dicapai berkat produksi ofensif yang mengesankan: Lazio telah mencetak dua gol atau lebih di masing-masing dari tujuh pertandingan liga terakhir mereka. Selain itu, tim telah mencetak lebih dari satu gol dalam delapan pertandingan berturut-turut hanya dalam dua kesempatan bersejarah, pada Januari 1937 di bawah kepemimpinan József Violak dan pada Januari 2020 dengan Simone Inzaghi di bangku cadangan. Musim ini telah menyaksikan tim mencapai rekor gol yang dicetak dalam satu musim, dengan 26 gol pada 2017-2018, 24 gol pada 1942-1943 dan 24 gol pada 1999-2000, tahun kejuaraan kedua.

Pencapaian bersejarah tersebut juga terwujud dalam kemenangan keenam berturut-turut di kejuaraan tersebut, hasil yang terakhir menjadi preseden terjadi pada Februari 2021, ketika Lazio menang di Olimpico melawan Cagliari. Gattuso menyatakan kepuasannya terhadap konsistensi ofensif tim, menggarisbawahi bahwa kemampuan mereka untuk mencetak gol merupakan hal mendasar bagi posisi mereka di tabel liga.

Meskipun produksi ofensif mereka kuat, Lazio menunjukkan pertahanan yang solid, dengan persentase gol yang lebih rendah dibandingkan klub-klub Eropa yang lebih menyerang. Keseimbangan ini memungkinkan tim untuk mempertahankan posisi kompetitif di SerieA, dengan prospek untuk terus meningkatkan performanya menjelang pertandingan berikutnya.

Dengan musim yang masih berlangsung, Lazio bertujuan untuk mengkonsolidasikan rekor mencetak gol mereka dan mempertahankan tekanan di klasemen. Laga berikutnya melawan Cagliari merupakan kesempatan untuk lebih menguji kekuatan ofensif dan defensif tim, dengan tujuan melanjutkan rangkaian kemenangan dan memantapkan posisi terdepan di SerieA.

Corriere dello SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita