Marco Asensio, mantan gelandang Paris Saint-Germain, menjadi pusat kontroversi di Türkiye menyusul kekalahan 6-0 melawan Birmingham City di Villa Park. Kekalahan yang terjadi pada Rabu malam itu menuai reaksi marah dari pemain Spanyol yang menolak tampil di laga tandang. Menurut sumber Turki, Asensio tidak termasuk di antara pemain yang melakukan perjalanan ke Inggris, karena ia dilaporkan merasa frustrasi karena tidak dimasukkan dari bangku cadangan untuk pertandingan tersebut.
Direktur olahraga Fenerbahçe Oğuz Çetin berusaha meyakinkan Asensio untuk tetap mengikuti tim dan menerima peran cadangan, tetapi pemain tersebut memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam perjalanan bersama anggota grup lainnya. Keputusan itu diambil tak lama setelah ia kembali beraksi, setelah sempat istirahat sekitar tiga pekan karena masalah otot paha. Asensio kembali bermain pada akhir pekan sebelum kekalahan melawan Birmingham, bermain satu jam di Super Lig dan mencetak gol.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara Asensio dan pelatih İsmail Kartal, serta keputusan klub di masa depan. Belum jelas apakah kejadian ini akan berdampak pada peran pemain dalam tim atau apakah klub akan mengambil tindakan disipliner. Fenerbahçe harus mengelola situasi dengan hati-hati, karena kekalahan dari Birmingham telah menyoroti kerapuhan tim di fase Eropa.
Klub Turki, yang menderita kekalahan telak melawan Birmingham, kini harus memutuskan bagaimana melanjutkan dengan Asensio. Sang pemain, yang telah menunjukkan kembalinya pemain secara positif setelah istirahat karena cedera, mungkin akan menghadapi evaluasi yang lebih ketat dari staf pelatih. Masa depan Asensio di Fenerbahce masih belum pasti, dan pengelolaan situasi ini akan sangat penting bagi stabilitas klub dan hubungan antara pemain dan manajer.
