Derby Milan berakhir dengan skor 3‑1 untuk Milan, memastikan kekalahan ketiga berturut-turut Cristian Chivu melawan mantan timnya. Dengan penampilan tersebut pelatih asal Rumania itu memasuki sejarah derby sebagai pelatih ketiga yang kalah dalam tiga pertandingan pertama melawan tim sekota lainnya, setelah Massimo Giacomini dan Leonardo. Statistik yang disajikan oleh Opta menunjukkan bahwa Chivu menjadi satu-satunya di antara tiga pemain yang mencatatkan tiga KO berturut-turut dalam pengalaman pertamanya bersama Inter.

Hasil ini tidak hanya menentukan peringkat, tetapi juga reputasi klub di Milan. Skor 3‑1 diraih berkat satu gol Rossoneri di babak pertama dan dua gol Milan di babak kedua yang menutup laga dengan pasti. Inter yang sudah kesulitan di musim ini kehilangan satu poin berharga yang bisa mempengaruhi posisi mereka di klasemen. Milan, sebaliknya, memantapkan posisi terdepannya, setelah memperoleh hasil penting melawan rival utamanya.

Sejarah derby penuh dengan episode serupa. Massimo Giacomini, yang melatih Milan antara 1979 dan 1980, menderita tiga kekalahan beruntun di derby pertama. Leonardo, sebaliknya, mengalami musim yang sulit antara tahun 2009 dan 2011, kalah dalam dua derby sebagai pelatih Milan dan satu lagi sebagai pelatih Inter. Data ini menyoroti kesulitan yang dihadapi kedua klub dalam mengalahkan tim lain dalam pertandingan langsung.

Masa depan derby masih belum pasti. Inter harus memikirkan kembali strategi dan komposisi tim mereka untuk mencoba membalikkan tren. Milan, sebaliknya, akan bisa mengandalkan tim yang lebih solid dan termotivasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Dengan musim yang masih berlangsung, kedua tim perlu fokus untuk meningkatkan penampilan mereka untuk menghindari kekalahan lebih lanjut melawan rival sekota mereka.

TuttomercatowebArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita