Diego Simeone memilih untuk tidak mengomentari kontroversi seputar skorsing empat pertandingan terhadap Vinicius, striker Atletico Madrid asal Brasil, karena sikapnya terhadap lawan. Keputusan yang membuat sang pemain tidak dapat berpartisipasi dalam El Clasico berikutnya melawan Barcelona, menimbulkan reaksi keras dari Real Madrid, namun pelatih asal Argentina itu menjawab dengan singkat dan lugas: "Espanyol". Dengan tanggapan ini ia menutup lingkaran, memusatkan perhatian pada kejuaraan dan bukan pada perselisihan disiplin.
Konteksnya adalah sebuah tim mendekati tujuan kesinambungannya di La Liga. Atletico memasuki pertandingan melawan Espanyol dengan empat kemenangan berturut-turut, namun Simeone menegaskan bahwa “memenangkan lima pertandingan tidak secara otomatis berarti Anda melakukan segalanya dengan benar”. Dia menggarisbawahi perlunya untuk terus meningkatkan kemampuan bertahan dan menyerang, dan menekankan bahwa keunggulan di lapangan adalah hal yang mendasar tetapi tidak cukup. Oleh karena itu sang pelatih menjaga profilnya dengan hati-hati, menghindari terlibat dalam diskusi politik atau mengomentari protes Real Madrid.
Mengenai Espanyol, Simeone memuji tim tersebut sebagai tim yang terorganisir dan kompetitif. Ia mendefinisikan klub sebagai tim yang bermain jelas, menghasilkan banyak gol, dan memiliki pelatih yang memberikan kontribusi signifikan terhadap identitasnya. Terlepas dari sejarah persaingan antara kedua tim, Cholo menyadari nilai dari perbandingan tersebut, menggarisbawahi bahwa pertandingan ini secara historis rumit bagi Atletico.
Skorsing Vinicius, yang mencegah pemain Brasil itu bermain di El Clasico berikutnya, ditentang oleh Real Madrid, namun Simeone memutuskan untuk tidak melakukan diskusi tentang bagaimana protes klub dapat mempengaruhi komite disiplin. Sebaliknya, ia ingin memusatkan perhatian pada pertandingan kejuaraan berikutnya, menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi dan disiplin di lapangan.
Dengan pertandingan melawan Espanyol yang dijadwalkan pada hari Sabtu, Atletico bertujuan untuk mengkonsolidasikan posisi mereka di La Liga, sementara skorsing Vinicius tetap menjadi bahan pembicaraan bagi otoritas sepak bola. Pelatih asal Argentina menutup dialog mengenai topik tersebut, memusatkan perhatian pada hasil yang akan dicapai dan kebutuhan untuk terus meningkatkan diri dalam setiap aspek permainan.