Derby SanSiro ​​​​berubah menjadi "duel pribadi" nyata antara gelandang Spanyol GonzaloJiménez dan Fiorentina. Pemain asal Italia yang terkenal dengan agresivitasnya itu menarik perhatian seluruh fans Nerazzurri yang menuduhnya melakukan provokasi dan memukul Nerazzurri dengan pukulan di bawah mistar gawang. Selama pertandingan, Jiménez adalah satu-satunya pemain Fiorentina yang mencoba memberontak melawan pertahanan dan Curva Nord, sehingga menyebabkan ketegangan di lapangan dan di stadion.

Pertandingan dimulai dengan Fiorentina mengadopsi formasi pusat gravitasi rendah dan benteng pertahanan, namun kehadiran Jiménez mengubah dinamika. Gelandang Spanyol itu mulai memprovokasi Mkhitaryan dan kemudian mengalihkan pandangan provokatif ke Curva Nord, dengan isyarat "Aku tidak bisa mendengarmu, angkat suaramu", yang memicu ketegangan pertama di lapangan. Selanjutnya, Jiménez menunjukkan kemampuan teknisnya dengan gol spektakuler yang dicetak hanya dalam waktu 65 menit. Sang pemain maju dengan bola di kakinya dan, dari jarak dua puluh lima meter, membentur tiang dekat dengan tembakan tepat, membuat Fiorentina unggul. Gol tersebut adalah salah satu yang terbaik di akhir pekan dan memberi tim keunggulan sementara yang tidak terduga.

Fiorentina mencoba membangun keunggulan mereka, namun gagal mengkonsolidasikannya. Pertandingan berlanjut hingga menit ke-90, Inter kembali bangkit dan membalikkan keadaan. Sementara itu, Jiménez meninggalkan lapangan pada menit ke-75, meninggalkan Fiorentina dengan satu pemain lebih sedikit. Mantan pemain Bournemouth meninggalkan lapangan dengan cara yang kontroversial, sementara manajer Fiorentina StefanoVanoli harus mengatur situasi dengan menggantikan Jiménez. Pelatih pun harus menenangkan sang pemain yang dikeluarkan dari lapangan usai pertandingan.

Derby SanSiro ​​adalah peristiwa yang intens, dengan Jiménez menunjukkan agresi dan kemampuan teknisnya. Fiorentina mencoba memanfaatkan keunggulan tersebut, namun gagal mengkonsolidasikannya. Inter kembali bangkit dan membalikkan keadaan. Peristiwa tersebut membuat fans Nerazzurri merasa frustasi dan kecewa, sedangkan fans Fiorentina berharap kemenangan tidak kunjung diraih. Derby SanSiro ​​berlangsung seru, namun Fiorentina gagal memanfaatkan keunggulan yang didapat.

Corriere dello SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita