LOSC memutuskan untuk menjadikan Maxima Goffi sebagai elemen sentral pertahanan mereka setelah penampilan pertamanya di Liga Champions melawan Arsenal. Bek muda berusia 18 tahun, yang dilatih di poros klub, ditempatkan oleh pelatih Italia Davide Ancelotti di sisi kanan garis pertahanan, menggantikan Loun Srdanovic dan Tanguy Nianzou meski kurang pengalaman. Laga yang berakhir dengan kekalahan 3-0 bagi Mastiffs itu membuat Goffi bisa menunjukkan potensinya di hadapan penonton internasional.
Ancelotti memuji penampilan sang pemain saat konferensi pers usai pertandingan. Ia mencontohkan, Goffi yang telah bergabung dengan klub tersebut sejak 2008, telah memainkan pertandingan profesional keduanya di posisi di mana ia awalnya tidak dilatih, dan di stadion bergengsi seperti Emirates Stadium. Sang pelatih menggambarkan penampilan tersebut sebagai “pertandingan yang hebat”, menyoroti kekuatan Goffi dalam duel dan potensi jangka panjangnya. Ucapan ini muncul saat LOSC mendapat kritik terkait konstruksi skuadnya, terutama pasca kekalahan telak di London.
Cedera Tiago Santos juga berkontribusi pada kebangkitan Goffi. Sebagai starter di grup Pro 2 di awal musim, pemain muda tersebut kini berada di peringkat kedua di antara opsi yang tersedia untuk posisi bek kanan. Ancelotti membenarkan bahwa kondisi saat ini menjadikan Goffi sebagai pemain yang “sangat penting” bagi klub hingga akhir musim, dan ia bisa dituntut untuk bermain cepat. Bek sayap tim Romain Perraud juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap perkembangan Goffi, dengan mengatakan bahwa pemain tersebut "sangat bagus" untuk seorang bek di kategorinya dan akan menjadi "penting" bagi Mastiffs.
Maxima Goffi melompat dari grup Pro 2 ke Liga Champions hanya dalam beberapa hari, yang mempercepat pembelajaran dan waktu bermainnya. LOSC, yang telah menjual pemainnya dengan baik musim ini, sedang berjuang untuk meyakinkan dengan pembelian barunya, yang membuat tanggung jawab Goffi semakin meningkat. Langkah selanjutnya bagi bek muda ini adalah mengkonsolidasikan posisinya dalam rotasi Ancelotti dan berkontribusi pada stabilisasi pertahanan Lille, khususnya di koridor di mana celah menjadi sorotan saat kekalahan di London.
