Como mengejutkan dunia sepak bola dengan kemenangan telak 4-1 melawan Manchester United, salah satu kekuatan Eropa yang sedang mengalami krisis selama lebih dari satu dekade. Pertandingan yang dimainkan di Liga Champions ini merupakan puncak kerja sama tim dan strategi transfer yang membuat klub Como jauh melebihi ekspektasi presiden Mirwan Suwarso. Tim yang dipimpin oleh pelatih rookie Cesc Fabregas ini telah menunjukkan kemampuannya bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Yang menjadi pusat penampilan adalah Nico Paz, bintang Argentina yang mencetak dua gol dan memberikan satu assist, terbukti menjadi elemen kunci kesuksesan Como. Kontribusinya membuat pemain tersebut menerima penghargaan MVP kompetisi. Dua gol ultrasonik Paz, yang pertama di Liga Champions dalam karirnya, dibarengi dengan assist cerdas kepada Tasos Douvikas, yang menunjukkan kemampuan menciptakan peluang bagi rekan satu timnya.
Hasilnya merupakan sinyal kuat bagi pasar dan manajemen Como. Klub telah menginvestasikan 60 juta euro untuk kontrak tahun baru dan telah menunjukkan bahwa investasi tersebut telah membuahkan hasil. Kesuksesan di lapangan pun menarik perhatian klub-klub papan atas, termasuk Real Madrid, yang berupaya mendatangkan Paz kembali ke Spanyol, dan klub-klub Liga Inggris yang sudah menyatakan ketertarikannya pada pemain asal Argentina tersebut.
Mantan pelatih Belgia dan Portugal, Roberto Martinez, mengomentari penampilan Paz, menggarisbawahi bahwa "dua gol dan satu assist adalah penentu seorang bintang". Dia menambahkan bahwa penampilan Paz mengingatkan kita pada "Maradona di lapangan" karena kemampuannya memikul tim di pundaknya. Martinez, yang kini menjadi pengamat teknis UEFA, telah menyatakan niatnya untuk memantau cara Paz menangani tekanan dan kualitas teknisnya, seperti penguasaan bola dan keseimbangan.
Como, dengan hasil ini, mengukuhkan dirinya sebagai salah satu tim paling menarik di Liga Champions. Klub telah menunjukkan kemampuannya bersaing dengan tim-tim terkuat di Eropa dan menghasilkan pemain-pemain level tinggi seperti Nico Paz. Dengan musim yang masih berlangsung, para pendukung Como bisa menatap ke depan dengan optimisme, berharap tim akan terus memberikan kejutan dan meraih tujuan baru.