Real Betis mengalami malam yang penuh emosi dengan mengalahkan FCPorto 3‑2 di La Cartuja, memastikan mereka kembali ke babak penyisihan grup Liga Champions setelah absen selama 21 tahun. Laga yang dihelat di hadapan 67.117 penonton ini menjadi sebuah episode yang berkesan bagi tim Hijau Putih, ditandai dengan comeback dan kontroversi seputar gol Isco.

Pertandingan diawali dengan dominasi Betis yang unggul berkat gol Abde pada menit ke-23. Striker Spanyol itu memanfaatkan kesalahan pertahanan Porto dan membawa tim tamu unggul. Namun tim Portugal bereaksi cepat, dan pada menit ke-39 Gabri Veiga menyamakan kedudukan, sementara Samu Aghehowa menambah satu poin lagi untuk timnya pada menit ke-54, meninggalkan Betiseros dengan defisit 2‑1.

Pelatih Manuel Pellegrini tidak membuang waktu dan memerintahkan perubahan strategi. Pada menit ke-66, Cucho Hernández mencetak gol yang membalikkan keadaan sehingga membuat Betis unggul 2-2. Kebangkitan itu selesai ketika, pada menit ke-84, Isco mengonversi tendangan penalti yang memastikan kemenangan tim hijau-putih dengan skor akhir 3‑2.

Kemenangan tersebut bukannya tanpa kontroversi. Gol Isco menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar dan media, karena posisi wasit dan interpretasi atas pelanggaran yang mengakibatkan penalti dipertanyakan. Terlepas dari kontroversi tersebut, hasilnya jelas dan Betis merayakan kemenangan bersama para penggemarnya yang akan menandai sejarah sebelum dan sesudah dalam sejarah klub.

Dengan kemenangan ini, Real Betis kembali ke Liga Champions, yang merupakan tonggak penting bagi klub dan para penggemarnya. Langkah selanjutnya adalah menghadapi rival di babak penyisihan grup, di mana mereka harus menjaga konsistensi yang ditunjukkan di La Cartuja untuk memantapkan posisi mereka di kompetisi Eropa.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita