Barcelona merayakan kemenangan gemilang 4-1 atas Galatasaray di hari kedua Liga Champions, dan gol hebat pemain sayap Lamine Yamal menjadi pusat perhatian tidak hanya karena kualitasnya, tetapi juga karena respons yang ditimbulkannya pada gelandang Turki Mario Lemina. Usai kemenangan tersebut, Yamal memposting foto di Instagram dengan penghargaan Best Man of the Match dan menambahkan teks ironis “Dia kenal saya sekarang?” disertai emoticon hantu, mengacu pada kontroversi Agustus 2025 di mana Lemina mempertanyakan perbandingan antara Yamal dan rekannya Leroy Sané.
Kontroversi dimulai pada wawancara tanggal 15 Agustus, ketika Lemina ditanya tentang kesamaan antara Yamal dan Sané. Tanggapannya, "Siapa Lamine Yamal? Saya tidak kenal dia. Saya kenal Sané," kembali beredar di media sosial menjelang pertemuan di Istanbul. Ketika Yamal bersinar dengan dua assist dan penampilan dominan, pesan dalam postingannya memiliki makna baru, mengisyaratkan bahwa gelandang asal Turki tersebut akhirnya melihat talenta muda tersebut.
Lelucon itu bukannya tidak terjawab. Rekan-rekan Yamal ikut melakukan provokasi. Raphinha berkomentar: “Saya rasa dia mengenal Anda sekarang,” sementara Fermín López menjawab dalam bahasa Inggris: “Saya rasa dia mengenal Anda.” Anthony Gordon menambahkan “Luar Biasa” sederhana dan Gavi mengirimkan GIF tarian Yamal. Nada ngobrolnya tetap ringan dan bersahabat, meski sarat dengan humor olah raga.
Mario Lemina, alih-alih merespons dengan lebih banyak provokasi, memilih sikap yang lebih ramah. Di Instagram story-nya, ia memposting foto menawan Yamal bersama anak-anaknya dan menulis: “Tentu saja aku mengenalmu, si kecil tergila-gila padamu.” Selain itu, ia secara terbuka mengucapkan selamat kepada pemain Barcelona tersebut dengan pesan: “Selamat, Lamine Yamal.” Dengan demikian, konfrontasi awal menjadi semacam saling pengakuan antara kedua pemain.
Dengan hasil 4‑1, Barcelona melaju ke babak penyisihan grup Liga Champions, sementara Galatasaray menghadapi tugas untuk bangkit di kompetisi berikutnya. Adegan media sosial, yang dimulai dengan pertanyaan retoris tentang identitas Yamal, diakhiri dengan ucapan selamat publik dan isyarat niat baik, menunjukkan bahwa sepak bola bisa kompetitif dan penuh rasa hormat.
