Stadion Kota Olot menjadi tempat duel RFEF Kedua antara Olot sendiri dan Barça Atlètic, anak perusahaan FC Barcelona, akhir pekan lalu. Laga yang dilangsungkan pada sore hari itu berakhir dengan kemenangan tim tuan rumah, meski skor pastinya belum dipublikasikan di media lokal.
Pertandingan dibuka dengan penampilan Rai Marchán yang mencetak gol pertama hari itu untuk Olot. Gol awalnya memberikan dorongan bagi pendukung tuan rumah yang dipertahankan sepanjang pertandingan. Di babak kedua, kiper Olot Iker Rodríguez menunjukkan kemampuannya dengan menyelamatkan penalti yang diambil oleh Marc Tenas dari Barça Atlètic, yang mencegah lawannya meningkatkan keunggulannya.
Barça Atlètic yang biasanya memiliki pemain muda dalam tahap pengembangan, menunjukkan permainan yang dinamis dan ofensif. Namun Olot tetap kokoh di lini pertahanan, dengan intervensi luar biasa dari gelandang dan beknya yang berhasil menetralisir ancaman tim Catalan. Sepanjang pertandingan, wasit harus melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk memasukkan Ybarrra di babak kedua untuk Olot, yang membawa kesegaran di lini tengah.
Pelatih Olot, saat konferensi pers usai pertandingan, menyoroti pentingnya disiplin taktis dan kohesi kelompok. Dia berkomentar bahwa performa timnya “mencerminkan kerja konstan yang telah kami lakukan dalam persiapan fisik dan strategi permainan.” Sementara itu, staf kepelatihan Barca Atlètic menekankan perlunya terus menyempurnakan transisi antara bertahan dan menyerang, dengan menunjukkan bahwa para pemain muda belajar dari pengalaman.
Dengan hasil ini, Olot memantapkan diri di tengah klasemen RFEF Kedua, sementara Barça Atlètic terus mencari konsistensi agar bisa melaju di kompetisi. Fans kedua tim menantikan pertandingan berikutnya, dimana kemampuan masing-masing klub dalam menjaga momentum dan meningkatkan posisi liga akan diuji.