Milan tetap tak terkalahkan di Serie A tetapi gagal memanfaatkan dominasi serangannya di bawah asuhan Rúben Amorí. Pada matchday 6, tim “rossoneri” bermain imbang 1-1 dengan Sassuolo, yang membuat mereka tertinggal empat poin dari Inter dan Lazio, pemuncak klasemen. Kemenangan Sassuolo dipastikan berkat gol Odenthal, sementara Milan menyia-nyiakan peluang memanfaatkan pergerakan bersih saat Rabiot menyundul bola ke tiang dekat.

Pertandingan yang digelar di Stadion Mapei dengan 20.347 penonton itu dimulai dengan tempo lambat. Milan membutuhkan waktu beberapa saat untuk menciptakan bahaya dan, selama setengah jam pertama, mereka tidak melepaskan tembakan tepat sasaran. Menit-menit pertama ditandai dengan cederanya Matteo Gabbia yang harus ditandu keluar lapangan karena masalah otot, dan kepergian Fedde Leysen. Seiring berjalannya pertandingan, kualitas Diego Moreira mulai membentuk permainan Milan, menciptakan peluang besar pertama melalui tendangan bebas dari kanan yang diakhiri dengan sundulan Rabiot di tiang dekat.

Sassuolo, dengan pertahanan kokoh dan kiper Muric yang beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, berhasil bangkit pada menit ke-68 saat Odenthal memanfaatkan bola lepas untuk mencetak gol kemenangan. Gol Milan yang dicetak Rabiot pada menit ke-63 merupakan hasil umpan Luka Modric yang dimasukkan pada babak kedua oleh Amorí. Modric, mantan pemain Real Madrid, menyaring umpan di area penalti yang memungkinkan Rabiot melepaskan tembakan kaki kiri ke tiang pendek, menaklukkan kiper Muric.

Meski kalah, Milan menunjukkan momen kualitas ofensif. Gonçalo Ramos, misalnya, mendapat peluang ganda menjelang turun minum, namun Sassuolo berhasil mencegah penyerang asal Portugal itu mencetak gol. Di waktu tambahan, Moreira kembali menyerang dengan umpan silang yang disundul oleh bek tengah Sassuolo Strahinja Pvalović, yang sekali lagi berhasil menjebol gawang kiper. Milan, bagaimanapun, menunjukkan kurangnya kekuatan pertahanan, yang memungkinkan Sassuolo memanfaatkan peluang yang ada.

Dengan hasil imbang tersebut, Milan mempertahankan posisi tak terkalahkan di Serie A, namun menghadapi tantangan penting untuk mengatasi selisih poin dengan pemuncak klasemen. Pertandingan Milan berikutnya akan sangat penting untuk menentukan apakah tim dapat terus melaju di klasemen dan mengkonsolidasikan posisinya dalam perebutan kualifikasi Liga Champions.

Mundo DeportivoArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita