Wayne Rooney dan mantan bek Toby Alderweireld mempertimbangkan pengusiran kontroversial gelandang Liverpool Ryan Gravenberch selama pertandingan Liga Premier yang membuat Liverpool kalah 3-0 dari Manchester City. Perdebatan terjadi di program BBC Match of the Day, di mana kedua mantan profesional tersebut mendiskusikan apakah keputusan wasit yang memberikan kartu kuning kedua kepada Gravenberch dapat dibenarkan.

Laga yang dimainkan di Anfield itu berakhir dengan kekalahan telak bagi The Reds. Performa dominan Manchester City membuat mereka mencetak tiga gol sementara Liverpool gagal mencetak gol. Dua peringatan Gravenberch diberikan pada babak kedua, yang pertama karena tantangan yang sembrono dan yang kedua karena sikap berbeda pendapat. Keputusan wasit untuk mengeluarkan pemain muda Belanda itu membuat Liverpool harus bermain dengan sepuluh pemain di menit-menit terakhir, sebuah tindakan yang dianggap kasar oleh banyak orang mengingat sifat pelanggaran yang dilakukannya.

Rooney, yang menghabiskan satu dekade terakhir sebagai pemain untuk Liverpool dan Manchester City, menyoroti pentingnya konsistensi dalam keputusan disiplin di liga. Dia menyarankan agar penanganan situasi oleh wasit dapat menjadi preseden untuk pertandingan mendatang. Alderweireld senada dengan kekhawatiran Rooney, dengan menyatakan bahwa pemberian kartu kuning kedua, yang terjadi setelah tim dikurangi menjadi sepuluh pemain, mungkin tidak tepat waktu dan dapat memengaruhi hasil pertandingan.

Manajer Liverpool, Jürgen Klopp, telah menyatakan kekecewaannya dengan hasil tersebut, dengan menyebut hilangnya pemain kunci sebagai faktor penting. Posisi klub di Liga Premier tetap berbahaya, dengan kekalahan tersebut memperlebar jarak antara mereka dan tim-tim yang bersaing meraih gelar. Manchester City, sementara itu, terus memantapkan posisinya di puncak klasemen, didukung oleh rekor pertahanan yang kuat dan serangan yang produktif.

Seiring berjalannya musim, keputusan pemecatan Gravenberch kemungkinan akan diteliti dengan cermat oleh klub dan penggemar, terutama mengingat diskusi yang sedang berlangsung mengenai konsistensi wasit dan dampak tindakan disipliner terhadap hasil pertandingan. Insiden ini menggarisbawahi garis halus yang harus diambil oleh wasit antara menjaga ketertiban di lapangan dan memastikan bahwa penalti tidak mempengaruhi nasib tim secara tidak proporsional.

BBC SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita