Arsenal meraih kemenangan 2‑0 atas Everton di Emirates, hasil yang memperketat perburuan gelar dan menggarisbawahi kesiapan The Gunners untuk menantang Manchester City. Gol dari bek Ezri Konsa dan Gabriel Magalhães – satu gol di setiap babak – memberi Arsenal kemenangan yang memotong keunggulan City dari tiga poin menjadi selisih satu gol, menyusul kemenangan 2-1 Aston Villa atas Tentara Merah pada hari itu juga. Hasil ini menghidupkan kembali spekulasi mengenai apakah perebutan gelar akan menjadi pertarungan dramatis atau sebuah prosesi bagi Arsenal, terutama mengingat banding disiplin City yang masih tertunda.
Perburuan gelar Liga Premier mengalami perubahan yang tidak terduga setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan. City, yang telah mengajukan banding, bisa terancam degradasi jika bandingnya ditolak, sebuah skenario yang akan membuat trofi tersebut terkatung-katung. Arsenal yang berstatus juara bertahan merespons gejolak tersebut dengan memenangkan pertandingan melawan Everton, menandakan bahwa mereka bersedia bersaing dengan City sepanjang musim. Manajer Mikel Arteta berkata, “Kami harus fokus pada apa yang bisa kami lakukan,” menambahkan bahwa tim senang dengan kinerja meski kalah dari Brighton di awal musim.
Kemenangan Arsenal terjadi dalam kondisi cuaca yang sulit, dengan hujan dan angin dari Badai Austen menjadikan pertandingan tersebut sebagai ujian ketahanan. The Gunners kehilangan pemain kunci seperti Bukayo Saka, William Saliba, dan Christos Tzolis, serta beberapa lainnya berada di bangku cadangan. Arteta mengandalkan kedalaman skuad, memberikan starter kepada Ben White, Myles Lewis‑Skelly, Mikel Merino, Noni Madueke, Eberechi Eze dan Viktor Gyökeres. Para pemain pinggiran tampil maksimal, dengan tim menunjukkan “kaki segar” dan mentalitas yang kuat, menurut Arteta. Manajer Everton, David Moyes, memuji kedalaman skuad Arsenal, mencatat bahwa mereka telah membangun “skuad yang sangat kuat karenanya.”
Kemenangan tersebut mengangkat posisi Arsenal di liga, membawa mereka semakin dekat dengan City dalam hal poin dan selisih gol. Meskipun The Gunners hanya mencetak 13 gol dalam delapan pertandingan – di belakang City, Brighton dan Chelsea – mereka memiliki rekor pertahanan terbaik, setelah hanya kebobolan lima gol. Kemenangan atas Everton yang diraih tanpa beberapa pemain pilihan utama menunjukkan kemampuan Arsenal bersaing meski skuad sedang tidak dalam kekuatan penuh. Pertandingan mendatang pada tanggal 29 November di Etihad City akan menjadi pertandingan yang sangat penting, karena kedua belah pihak ingin menegaskan klaim mereka atas gelar juara dan kredibilitas Premier League.
Dengan proses disipliner yang masih belum terselesaikan, musim ini masih belum pasti bagi kedua klub. Namun, performa terkini Arsenal menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mengimbangi City dan berpotensi menyalip mereka. Beberapa minggu ke depan akan menjadi momen krusial seiring dengan semakin intensifnya perburuan gelar juara dan Premier League bergulat dengan dampak sanksi yang dijatuhkan kepada City.
