Manchester United mendapat pukulan telak di Liga Champions, kalah 1-4 di Como akibat empat gol yang dicetak bek Belgia Senne Lammens. Kekalahan yang terjadi di awal musim ini menyoroti sederet kekurangan: kurang kompak, semangat tim, dan kesulitan menjaga clean sheet. Meski mendapat hasil buruk, Lammens mencoba meyakinkan para penggemar dan manajemen, dengan menggarisbawahi pentingnya kohesi internal.
Dalam wawancaranya dengan Sky Sports UK, Lammens menyatakan bahwa ruang ganti bersatu dan seluruh staf, mulai dari pemain hingga manajemen, bekerja sama untuk berkembang. Dia menjelaskan bahwa setelah pertandingan yang sulit, mudah untuk salah memahami kata-kata para pemain dan rasa frustrasi dapat menimbulkan komentar yang tidak diinginkan. “Kami harus tampil bersatu di lapangan, terutama di akhir pekan, dan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung pelatih,” tambahnya, menegaskan kembali keinginannya untuk kembali ke jalur yang benar.
Hasil negatif tersebut pun berdampak pada moral Michael Carrick yang harus menghadapi lapangan hijau dan bersiap menghadapi Bournemouth pada laga lanjutan Liga Inggris. Diakui Lammens, clean sheet masih berupa fatamorgana karena hanya mencatatkan satu kali hasil imbang dalam 11 pertandingan. Ia menyoroti sulitnya menjaga pertahanan tetap utuh ketika kebobolan gol di menit-menit awal karena hal ini mengganggu rencana permainan dan memaksa tim untuk mengejar permainan.
Kepada para penggemar, Lammens menyoroti perlunya bekerja pada dua poin penting: menjaga permainan tetap terkendali dan mencoba mencetak gol pembuka. Mereka pun menanggapi kritik atas penampilan buruk mereka musim ini, dengan lima kekalahan dan empat kali imbang. “Kami setiap hari sibuk mencari solusi, tapi ketika keadaan tidak berjalan baik, tim lain mengambil keuntungan,” jelasnya. Ia meminta kesabaran dan kembali menegaskan bahwa tim sedang bekerja keras untuk membalikkan keadaan.
Dengan musim yang masih panjang, United perlu fokus pada serangkaian perbaikan taktis dan tim. Pertandingan berikutnya melawan Bournemouth akan menjadi sangat penting untuk menunjukkan apakah perubahan yang dilakukan oleh kelompok kerja akan membawa hasil yang lebih positif. Lammens dan manajemen tetap optimis, dengan persatuan dan komitmen, tim akan mampu melewati momen sulit ini dan kembali bersaing di level yang lebih tinggi.