Fulham, dipimpin oleh Álvaro Arbeloa, menderita kekalahan 2‑1 melawan Ipswich Town yang baru dipromosikan pada matchday enam Liga Premier. Laga yang dimainkan pada 10 Oktober pukul 16:00 WIB itu berakhir dengan gol Sessegnon pada menit ke-55 dan dua gol Ipswich pada menit ke-88 dan 90+1, meninggalkan Fulham tanpa kemenangan pertama dalam enam pertandingan.
Sejak awal, “Cottagers” menunjukkan dominasi permainan. Selama babak pertama mereka menguasai penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang, yang paling jelas adalah yang dilakukan oleh Gonzalo, mantan pemain Real Madrid yang, setelah menerima umpan di dalam kotak penalti, melepaskan tembakan dekat tiang kiri. Meski mendapat tekanan, skor tidak berubah dan Fulham terpaksa mencari solusi ofensif di babak kedua.
Gol pertama pertandingan itu tercipta ketika Fulham, usai melakukan pertukaran tendangan sudut, berhasil melepaskan tembakan Sessegnon ke gawang pada menit ke-55. Gol itu memaksa tim besutan Arbeloa semakin intensif mencari kemenangan, namun tekanan tim tamu semakin terlihat jelas. Hanya dalam waktu lima menit, Ipswich memanfaatkan celah pertahanan Fulham dan kiper Jerman Leno, dan berhasil melepaskan tembakan kuat dari tepi kotak penalti yang dikonversi menjadi gol pada menit ke-88, membawa “Cottagers” unggul.
Dengan skor yang menguntungkan mereka, Fulham mencoba bereaksi, namun tekanan Ipswich terus berlanjut. Di waktu tambahan, kapten Ipswich O'Shea menyundul bola yang memastikan gol kedua tim tamu pada menit ke-90+1. Gol O'Shea, ditambah intervensi Walton yang membantu Rodrigo dengan tembakan dari jarak dekat, memastikan kemenangan A.F.C. tim. dan meninggalkan Fulham tanpa poin dalam kampanye mereka.
Hasil tersebut membuat Fulham tanpa kemenangan pertamanya dalam enam pertandingan dan meningkatkan tekanan pada Arbeloa, yang sudah menghadapi kritik karena kurangnya hasil. Sementara itu, Ipswich merayakan kemenangan pertamanya di Liga Premier dan mengkonsolidasikan posisinya di klasemen, sementara Fulham harus memikirkan kembali strateginya agar tidak terjerumus ke zona degradasi.
