Enam pertandingan pertama Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Fulham hanya menghasilkan dua poin, dan kekalahan 2-1 baru-baru ini dari Ipswich Town menambah tekanan yang semakin besar terhadap mantan bek Real Madrid dan Liverpool yang menjadi pelatih tersebut. Pertandingan tersebut, yang dimainkan di Craven Cottage, menampilkan Fulham unggul 1-0 yang dibalikkan oleh dua gol telat dari tuan rumah pada menit ke-88, membuat Cottagers kembali berada di ambang kekalahan dalam pertandingan yang mereka dominasi hampir sepanjang waktu. Ini adalah pertandingan Liga Premier kedua berturut-turut di mana Fulham gagal meraih kemenangan setelah mempertahankan keunggulan di menit-menit terakhir, sebuah pola yang menjadi kelemahan mencolok bagi klub.

Arbeloa, yang ditunjuk pada musim panas setelah kepergian Marco Silva, berterus terang dalam wawancara pasca pertandingan tentang tantangan yang dia hadapi. “Saya tidak pernah mengkhawatirkan posisi saya,” katanya. "Saya tidak merasa takut. Anda tidak bisa menjadi pelatih jika Anda merasakannya. Anda harus bekerja, mengambil keputusan, dan Anda perlu menunjukkan kepercayaan diri kepada para pemain Anda." Dia menambahkan bahwa fokusnya adalah pada posisi tim secara keseluruhan dibandingkan keamanan pekerjaannya sendiri, dan mencatat bahwa posisi klub di liga adalah prioritasnya. Meski mendapat kritik, Arbeloa tetap yakin bahwa dia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu, mengingat pengalamannya di level tertinggi sepak bola Eropa dan keyakinannya bahwa tekanan adalah bagian dari permainan.

Kekalahan dari Ipswich adalah yang pertama dari tiga pertandingan berturut-turut melawan tim yang baru dipromosikan, dengan Fulham akan menjamu Hull City pada hari Sabtu 17 Oktober dan kemudian bertandang ke Coventry City seminggu kemudian. Kegagalan untuk mengamankan setidaknya satu kemenangan dalam pertandingan tersebut akan semakin meningkatkan pengawasan terhadap masa jabatan Arbeloa. Ryan Sessegnon, yang mencetak gol pembuka Fulham melawan Ipswich, mendesak skuad untuk meningkatkan standar mereka dan menuntut lebih banyak dari diri mereka sendiri, menyoroti perubahan mental yang perlu dilakukan tim untuk sisa musim ini.

Perjuangan Fulham untuk mempertahankan keunggulan terlihat jelas dalam enam pertandingan Liga Premier mereka, dengan tim kebobolan gol di menit-menit akhir dalam 15 menit terakhir dalam empat pertandingan tersebut. Pola ini menuai kritik dari para penggemar dan pakar, dan ini tetap menjadi masalah utama yang harus diatasi Arbeloa jika klub ingin keluar dari zona degradasi. Manajemen dan pendukung klub mengawasi dengan cermat seiring berjalannya musim, berharap manajer baru dapat membalikkan tren dan mengamankan poin yang diperlukan untuk menghindari degradasi.

BBC SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita