Laga antara Lazio dan Parma berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Lazio, namun kemenangan tersebut dibarengi dengan berbagai kontroversi di lapangan, terutama terkait penalti yang jelas seharusnya dimenangkan oleh Lazio melawan Frattesi. Episode tersebut menimbulkan pertanyaan tentang peran VAR dan pengelolaan sanksi disiplin oleh wasit Arena.
Selama pertandingan, Lazio menunjukkan pendekatan agresif, namun dikritik karena kurangnya ketepatan teknis dan beberapa keputusan disipliner yang dipertanyakan. Contohnya adalah high leg Keita ke high leg Zaccagni yang meski mengenai engkel Zaccagni namun tidak menyentuh bola. Tindakan ini jelas merupakan pelanggaran yang seharusnya dihukum, namun wasit tidak mengambil tindakan apa pun. Selain itu, pengelolaan VAR juga dipertanyakan, publik bertanya-tanya apakah keputusan yang diambil benar atau hanya interpretasi lapangan.
Poin paling kontroversial adalah penalti yang jelas terhadap Frattesi. Berdasarkan pantauan, gelandang Parma itu dipukul di area penalti oleh Troilo yang menahannya dengan lengan kanannya lalu memukulnya dengan kaki kiri di belakang kaki kanannya. Kontak tersebut terlihat jelas dan, menurut aturan, dapat dihukum. Namun, wasit Arena tidak mengakui kejadian tersebut sebagai sebuah pelanggaran, meninggalkan Lazio tanpa penalti yang dapat mengubah hasil pertandingan. Keputusan ini memicu kritik terhadap wasit yang dituding tidak memberikan sanksi yang jelas.
Dari segi hukuman, Lazio mendapat 14 pelanggaran dan 2 kartu kuning, sedangkan Parma hanya mengalami 5 pelanggaran. Wasit Santoro dituduh tidak menangani situasi dengan benar, sehingga meninggalkan Orsato tanpa kredibilitas. Lebih lanjut, keputusan tidak menghukum kontak antara Frattesi dan Troilo menimbulkan keraguan mengenai konsistensi sanksi disiplin selama pertandingan.
Gol Lazio dicetak oleh Lontani, namun hal ini pun menjadi perbincangan. Gol tersebut disahkan oleh VAR, namun sejumlah penonton mempertanyakan keabsahan keputusan tersebut dengan menyebut adanya kontak antara Lontani dan pemain lawan. Terlepas dari kontroversi ini, Lazio mempertahankan sikap positif, berusaha mengubah pertandingan menjadi kemenangan yang pantas mereka dapatkan.
Kesimpulannya, laga Lazio kontra Parma diwarnai dengan keputusan sewenang-wenang dan manajemen VAR yang kontroversial. Lazio menang 1-0, namun kurangnya penalti yang jelas terhadap Frattesi dan keputusan wasit yang dipertanyakan membuat banyak penonton tidak puas. Laga Lazio selanjutnya akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan apakah tim mampu mengatasi kesulitan teknis dan disiplin yang muncul pada laga ini.
