Benteng Liverpool di Anfield terguncang oleh kekalahan 3-0 dari Manchester City, mengakhiri awal tak terkalahkan The Reds musim ini dan memperlihatkan tren mengkhawatirkan dalam performa kandang mereka. Kekalahan yang terjadi setelah Ryan Gravenberch dikeluarkan dari lapangan pada menit ke-62 membuat Liverpool tidak pernah menang dalam tiga pertandingan kandang Liga Inggris berturut-turut – situasi yang hanya terjadi dua kali dalam sejarah klub. Kekalahan tersebut juga menandai kekalahan pertama dalam 24 pertandingan bagi manajer Andoni Iraola, yang rekornya di Liverpool adalah 10 kemenangan dan 13 kali seri sejak menjabat pada Januari.

Diakui Iraola, tim memainkan dua pertandingan yang sangat berbeda. "Kami memainkan dua pertandingan berbeda. Satu hingga kartu merah, lalu setelahnya. Selama 60 menit, para pemain tampil sangat bagus. Pertandingan kedua setelah kartu merah adalah saat City lebih baik dari kami," ujarnya kepada Match of the Day. Kartu merah membuat Liverpool harus bermain dengan sepuluh pemain dan memperlihatkan kurangnya kepemimpinan dan ketenangan di sepertiga akhir lapangan. Meskipun telah mencetak tujuh gol di liga musim ini – paling sedikit kedua di liga – The Reds hanya berhasil mencetak dua gol di Anfield, dengan sisanya datang dari trio Alexander Isak, Cody Gakpo, dan Dominik Szoboszlai yang dilanda cedera.

Kekalahan tersebut juga menyoroti penurunan yang lebih luas dalam performa kandang Liverpool. Dalam 13 pertandingan Premier League di Anfield sejak awal tahun, klub hanya menang empat kali, tingkat kemenangan lebih rendah dari rekor tandang mereka. Para analis mencatat bahwa reputasi Anfield sebagai tempat yang sulit bagi lawan telah terkikis, dengan tim-tim kini mampu mengontrol penguasaan bola dan bermain lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Mantan pemain seperti Paul Scholes dan Nicky Butt berkomentar bahwa atmosfer intimidasi yang pernah mendominasi tim tamu kini tidak lagi kuat.

Dengan The Reds kini berada di peringkat kesembilan di klasemen, masalah utama mereka tampaknya adalah mencetak gol. Manchester City telah mencetak 16 gol liga, lebih dari dua kali lipat jumlah gol Liverpool, dan The Reds gagal mencetak gol dalam dua dari tiga pertandingan liga mereka di Anfield musim ini. Absennya penyerang kunci membuat tim bergantung pada pemain muda seperti Lewis Koumas, yang, meski menjanjikan, tidak memiliki keunggulan akhir yang dibutuhkan pada level ini. Pemain baru yang direkrut klub, termasuk Florian Wirtz dan Bradley Barcola, belum memberikan dampak yang diharapkan dalam pertandingan bertekanan tinggi.

Iraola tetap optimis dengan tingkat kerja dan ketahanan skuadnya, namun mengakui bahwa diperlukan perbaikan yang signifikan. "Saya sangat bangga dengan para pemain saya. Mereka menaruh etos kerja dan segalanya hari ini. Ini adalah kekalahan dan kami tidak mendapatkan apa pun dari performa tersebut, namun saya sangat menyukainya," ucapnya. Fokus manajer kini akan beralih ke memperkuat serangan, meningkatkan kepemimpinan di lapangan, dan memulihkan faktor ketakutan yang pernah membuat Anfield menjadi tempat yang menakutkan bagi lawan. Pertandingan berikutnya akan menguji apakah Liverpool dapat membalikkan keadaan ini dan memantapkan kembali diri mereka sebagai kekuatan dominan di kandang sendiri.

BBC SportArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita