Liverpool mengamankan kemenangan 2-0 atas Brighton di Anfield pada hari Minggu, menandai kemenangan kandang pertama klub di Liga Premier di bawah pelatih kepala baru Andoni IraIraola. Alexander Isak, yang telah mencetak gol dalam tiga pertandingan liga berturut-turut, mengakhiri skor dengan tendangan klinis yang menyusul gol bunuh diri Pascal Gross, yang secara tidak sengaja mengarahkan tembakan Florian Wirtz ke gawangnya sendiri. Kemenangan tersebut mengangkat Liverpool ke posisi keempat dalam klasemen, hanya unggul satu poin dari Brighton, dan memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka menjadi empat pertandingan berturut-turut di semua kompetisi.

Brighton memasuki pertandingan setelah mencetak 23 gol dalam tujuh pertandingan pertama mereka tetapi tidak mampu mengubah keunggulan penguasaan bola sebesar 64% menjadi sebuah gol. Yasin Ayari menciptakan peluang nyaris meleset sejak awal, melepaskan tembakan melewati mistar, dan kemudian membentur tiang dengan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Meski mendominasi lini tengah, tuan rumah hanya berhasil melakukan satu tembakan tepat sasaran dan mengalami kekalahan pertama sejak Agustus. Kekalahan tersebut juga mengakhiri rentetan pertandingan tak terkalahkan Brighton, dengan satu-satunya kekalahan mereka terjadi di pertandingan pembuka musim ini.

Serangan Liverpool terbukti menentukan di babak pertama. Umpan sayap kanan Bradley Barcola memberikan umpan kepada Isak, yang menyelesaikan dengan penyelesaian tepat untuk menggandakan keunggulan The Reds. Penguasaan bola tim tergolong rendah, dengan hanya 35,6% penguasaan bola, terendah kedua dalam kemenangan kandang di Premier League sejak 2003‑04. Namun demikian, gaya The Reds yang cepat dan lugas di bawah asuhan Iraola membuahkan hasil, ketika sang manajer memuji semangat kolektif dan kesediaan para pemain untuk saling mendukung. “Kami memulai dengan agresif dan membutuhkan awal ini karena kami bangkit dari ketertinggalan akhir-akhir ini,” kata Iraola kepada Sky Sports. “Rasanya menyenangkan bisa menang di kandang sendiri dan merayakannya bersama para pendukung.”

Di babak kedua, Liverpool mempunyai beberapa peluang untuk memperbesar keunggulan namun digagalkan oleh serangkaian penyelamatan yang dilakukan Bart Verbruggen. Momen krusial terjadi ketika Trey Nyoni, yang dimasukkan setelah pergelangan kaki Wirtz terkilir, melakukan tekel terakhir untuk menghentikan Maxim DeCuyper mencetak gol di kotak penalti. Pelatih Brighton, Fabian Hürzeler, menggambarkan kekalahan itu sebagai peluang yang terlewatkan, mencatat bahwa tim membuat “dua kesalahan mudah” yang memungkinkan Liverpool mencetak dua gol. Dia juga menyoroti perlunya menghindari kesalahan seperti itu di pertandingan mendatang.

Dengan kemenangan tersebut, Liverpool naik ke peringkat keempat, tepat di depan Chelsea, dan kini tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen. Kemenangan ini juga memberikan dorongan bagi The Reds karena mereka terus membangun momentum di bawah asuhan Iraola, yang menghargai kecepatan dan ketajaman dalam penguasaan bola. Seiring berjalannya musim Liga Premier, Liverpool akan berusaha mempertahankan performa mereka dan menutup jarak ke puncak klasemen sementara Brighton berusaha untuk berkumpul kembali setelah kekalahan pertama mereka dalam beberapa bulan.

Sky SportsArtikel ini ditulis ulang dan dilokalkan oleh ScoreLens berdasarkan laporan aslinya.
Baca asli ↗ ← Kembali ke berita